BUTIR – BUTIR MUTIARA PENCERAHAN

BUTIR – BUTIR MUTIARA PENCERAHAN

Dalam kesendirian, keheningan seperti ini, ketergantungan kita
hilang. Kemampuan kita untuk mencintai akan muncul. Seseorang tidak
akan lagi memandang sesamanya sebagai alat untuk memuaskan
kecanduannya. Hanya orang yang pernah mencoba usaha ini mengetahui
betapa mengerikannya proses yang harus dijalani. Prosesnya seperti
mengundang diri Anda sendiri untuk mati. Prosesnya seperti meminta
orang malang yang mengalami kecanduan obat bius untuk melepaskan satu-
satunya cara yang diketahuinya untuk memperoleh kebahagiaan.
Dapatkah Anda bayangkan dalam hidup Anda untuk menolak untuk
menikmati atau merasakan enaknya kata pujian atau meletakan kepala
Anda di bahu seseorang untuk mendapatkan dukungan? Pikirkan suatu
kehidupan dimana Anda tidak tergantung secara emosional kepada
siapapun, sehingga tidak ada lagi orang yang mempunyai kekuasaan
untuk membuat hidup Anda bahagia atau membuat Anda menderita. Anda
menolak untuk membutuhkan orang khusus tertentu atau menjadi orang
istimewa bagi seseorang yang Anda anggap milik Anda. Burung di udara
mempunyai sarang dan rubah mempunyai lubang, tetapi Anda tidak
mempunyai tempat beristirahat untuk meletakan kepala Anda dalam
perjalanan hidup ini. Bila Anda berada dalam keadan itu, pada
akhirnya Anda akan tahu apa artinya memandang dengan visi yang jernih
dan tidak tertutup oleh ketakutan dan keinginan. Setiap kata
dimengerti apa adanya. Pada akhirnya melihat dengan visi yang jernih
dan tidak tertutup oleh keinginan. Anda akan mengetahui artinya
cinta. Tetapi untuk dapat sampai ke daerah tempat cinta, Anda harus
melewati padang kematian. Untuk dapat mencintai sesama, kebutuhan
Anda akan sesama harus mati dan Anda benar- benar sendiri.
Bagaimana Anda dapat sampai ke tempat itu? Dengan terus menerus
berusaha untuk sadar, dengan kesabaran dan kesetiaan tanpa batas
seperti yang Anda berikan kepada kecanduan Anda akan obat bius. Denga
mengembangkan selera kepada hal – hal yang baik dalam hidup untuk
mengimbangi kebutuhan Anda yang sangat kuat akan obat bius.
Mula – mulanya nampaknya hal ini seperti tidak tertahankan. Tetapi
hal ini hanya disebabkan Anda tidak terbiasa pada kesendirian. Bila
Anda berusaha untuk bertahan selam beberapa waktu, gurun itu aka
tiba – tiba merekah menjaadi cinta. Hati Anda akan meluap dipenuhi
nyanyian. Dan musin semi akan berlangsung selamanya, obat bius itu
akan menjauh ; Anda akan bebas. Sesudah itu Anda akan mengerti arti
kebebasan, arti cinta, arti kebahagiaan, arti realitas, arti
kebenaran, arti Tuhan. Anda akan melihat, Anda akan melihat sesuatu
yang ada di luar jangkauan konsep dan pembiasaan yang sudah Anda
alami, kecanduan dan keterikatan. Apakah semua ini masuk akal bagi
Anda?

Biarkan saya mengakhiri pembicaran ini dengan suatu cerita yang
indah. Ada seorang yang menemukan bagaimana cara untuk membuat api.
Dia membawa peralatannya dan berangkat ke tempat tinggal suku di
daerah utara yang sangat dingin, dingin yang menggigit. Dia
mengajarkan kepada orang – orang di sana untuk membuat api. Orang –
orang itu sangat tertarik.Dia mengajarkan mereka bagaimana
menggunakan api, mereka dapat memasak, mereka dapat menghangatkan
tubuh mereka, dan lain-lain. Mereka sangat berterima kasih bahwa
mereka sudah belajar seni untuk membuat api. Tetapi sebelum mereka
sempat mengungkapkan rasa terima kasih merreka kepada orang itu,
orang tu menghilang. Dia tidak peduli dengan pengakuan atau rasa
terima kasih ; dia hanya pedui dengan kesejahteraan orang – orang.
Dia pergi ke suku lain dan mulai menunjukan kepada mereka arti
penemuannya. Orang-orang di sana juga tertarik, tetapi terlalu
tertarik menurut pendapat pendeta-pendeta yang ada di sana, yang
mengamati bahwa orang itu menarik sangat banyak orang untuk
mendekatinya sehingga pendeta-pendeta itu kehilangan popularitas.
Karena itu mereka memutuskan untuk menyingkirkan orang itu. Mereka
meracuni orang itu, menyalibkannya, atau apa saja cara yang menurut
Anda dapat dilakukan. Tetapi kemudian mereka takut menghadapi orang –
orang yang mungkin akan memberontak terhadap mereka, sehingga mereka
mengambil tindakan yang bijaksana atau bahkan cerdik cenderung licik.
Tahukah Anda apa yang mereka lakukan? Mereka membuat potret orang itu
dan memasangnya ditempat yang tinggi di altar utama kuil mereka. Alat-
alat untuk membuat api diletakan di depan potret orang itu, dan orang-
orang diajarkan cara untuk memuja potret itu dan memberi penghormatan
kepada alat untuk membuat api itu, dan hal ini berlangsung terus,
tetapi tidak ada api yang dibuat lagi.
Dimanakah api itu ? Dimanakah cinta ? Dimanakah obat bius yang sudah
tercabut dari sistem yang Anda miliki ? Dimanakah kebebasan ? Semua
itulah yang dibahas dalam spiritualitas. Tragisnya kita cenderung
kurang memperhatikan hal itu, bukan ? Semua itulah yang dibicarakan
Yesus Kristus. Tetapi tidakkah kita lebih menekankan penghormatan
dengan menyebutnya, “Guru, Guru” ? Dimanakah api itu ? Dan bila
pemujaan tidak mengarahkan kita ke pada api, bila penghormatan tidak
mengarahkan kita kepada cinta, bila liturgi tidak mengarahkan kita
kepada pandangan yang lebih jelas mengenai realitas, bila Tuhan tidak
mengarahkan kita kepada kehidupan, apakah gunanya agama kecuali
menimbulkan lebih banyak pengelompokan, lebih banyak fanatisme, lebih
banyak pertentangan? Semua itu terjadi bukan karena kurangnya agama
dalam arti kata yang paling sederhana bahwa dunia sedang menderita,
hal ini terjadi karena kurangnya cinta, kurangnya kesadaran. Dan
cinta memancar dari kesadaran kita dan tidak ada cara lain, tidak ada
cara lain. Pahami hambatan-hambatan yang Anda letakan di jalan menuju
cinta, kebebasan, dan kebahagiaan, dan hambatan-hambatan itu akan
lepas. Nyalakan cahaya kesadaran dan kegelapan akan sirna.
Kebahagiaan bukan sesuatu yang Anda peroleh ; cinta bukan sesuatu
yang Anda buat ; cinta bukan sesuatu yang Anda miliki, cinta adalah
sesuatu yang memiliki Anda. Anda tidak memiliki angin, bintang –
bintang, dan hujan. Anda tidak memiliki hal – hal itu ; Anda menyerah
pasrah kepada hal – hal itu. Dan kepasrahan terjadi saat Anda
menyadari ilusi Anda, pada saat Anda menyadari kecanduan Anda, pada
saat Anda menyadari keinginan dan ketakutan Anda.

Ah, begitu banyak waktu disediakan untuk memuja, untuk menyanyikan
puji-pujian, dan menyanyikan lagu – lagu yang kan lebih banyak
membuahkan hasil jika disertai pengertian mengenai diri kita sendiri.
Kita harus selalu waspada dalam melakukan pemujaan yang hanya
merupakan gangguan terhadap usaha yang terpenting dalam hidup ini.
Hidup berarti melepaskan diri dari semua hambatan dan hidup pada saat
ini dengan penuh kesegaran. “Burung-burung di udara … mereka tidak
memintal dan juga tidak menenun” – itulah hidup. Saya mulai dengan
mengatakan bahwa orang-orang `tertidur’, `mati’.Orang `mati’
menjalankan pemerintahan, orang `mati’ menyelenggarakan usaha besar,
orang `mati’ mendidik orang lain ; bangkitlah
dari `mati’, `hiduplah’! Pemujaan harus membantu usaha untuk bangkit
dari `mati’ ini, jika tidak maka tidak ada gunanya. Dan semakin Anda
mengetahui hal ini dan demikian juga saya, semakin banyak kita
kehilangan orang-orang muda dimana-mana. Mereka membenci kita ;
mereka tidak tertarik untuk memahami lebih banyak ketakutan dan
perasaan bersalah dibebankan kepada mereka. Mereka tidak tertarik
untuk mendengarkan lebih banyak kotbah dan nasehat. Tetapi mereka
tertarik untuk belajar tentang cinta. Bagaimana saya dapat bahagia?
Bagaimana saya dapat hidup? Bagaimana saya dapat mencicipi hal-hal
yang luar biasa yang diungkapkan oleh para mistik?

Suatu hari saya akan menulis buku dengan judul “Saya seorang keledai
dan Anda seorang keledai”. Buku itu akan menjadi sesuatu yang sangat
melegakan dunia ini, pada saat Anda secara terbuka mengakui bahwa
Anda seekor keledai. Merupakan hal yang luar biasa bila orang
mengatakan kepada saya, “Anda salah”. Saya berkata, “Apa yang dapat
Anda harapkan dari seekor keledai?”
Pelucutan senjata, setiap orang harus melucuti senjatanya. Dalam
pembebasan yang terdalam, saya seekor keledai, Anda seekor keledai.
Yang biasanya terjadi adalah saya menekan tombol Anda naik, saya
menekan tombol lain, Anda turun. Dan Anda menyukai hal itu. Berapa
orang yang Anda kenal yang tidak terpengaruh pujian atau kritik? Kita
menganggap hal itu tidak manusiawi. Manusiawi diartikan sebagai
kenyataan bahwa Anda harus seperti monyet kecil, sehingga setiap orang dapat
memutar ekor Anda, dan Anda melakukan hal-hal yang sepantasnya Anda lakukan.

Awareness – Butir-butir Mutiara Pencerahan
– Anthony De Mello, SJ

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

10. August 2005 by Me My Self
Categories: All Life | 6 comments

Comments (6)

  1. melihat kedalam diri sendiri..
    bermeditasi..
    menjadi diri sendiri …
    berpikiran positif..
    mengekang pencemaran dan kemelekatan
    bagaikan menghentikan obat bius…

  2. Tenang..
    Hal tersulit bagiku untuk ku capai,
    Tuhan..
    Penenang jiwaku selamanya.

  3. Meditasi itu seperti naik keatas bukit sendiri dan menjadi sepi. Sepi dari pikiran Duniawi. Pikiran terlampaui. Bebas dari keterikatan duniawi tetapi tidak menjauhi. tidak terpengaruh secara emosi dari luar diri sendiri. Meditasi adalah memberi, meditasi adalah hidup yang sejati. Hidup adalah memberi, member dan memberi. Kalau sudah bisa “memberi” berarti sudah hidup sejati dan Berarti MEDITASI.

  4. Penyadaran…..Tanpa penyadaran hidup ini mudah terombang ambing oleh hal yg eksternal. seandainya penyadaran bisa kuraih…
    Cinta tanpa batas akan mengalahkan segalanya. pasti

  5. melepaskan dan mengikhlaskan apapun yg terjadi…
    baik-buruk, susah-senang….
    tidak mudah…dan butuh proses slalu…

  6. As a blog reader, I’m readily on the search for reads which are both appealing and worthwhile to digest and I must say the weblog passed my criteria. Thank you so much for the wonderful articles you have created! Will be coming back quickly!

Leave a Reply

Required fields are marked *