Dalam Menemukan Sahabat

Pernahkah Anda merenungkan betapa semakin tidak mudahnya menemukan seorang sahabat, di segala lini kehidupan, belakangan ini? Anda mungkin saja pernah dikecewakan, bahkan merasa dikhianati oleh seseorang, yang tadinya Anda anggap sebagai sahabat Anda, sebagai seseorang yang dapat menerima kehadiran Anda seperti apa adanya, yang tidak selalu merasa was-was, selalu memasang barier-barier pembatas –dari balik mana ia menatap Anda dengan penuh curiga, penuh rasa persaingan.

Saya mungkin bisa mengetahui pribadi Anda, karakter-dasar Anda, kebiasaan dan kesukaan Anda,
kecenderungan dan kegandrungan Anda, selera Anda, pola-pikir dan pandangan-hidup Anda, hanya dari para sahabat Anda. Oleh karenanya ada yang mengatakanbahwa, ‘seseorang bisa dibaca dari siapa-siapa saja sahabatnya’. Faktanya, teman, rekan, kolega, kenalan, bahkan istri atau suami Anda atau saudara-saudari Anda sendiri, belum tentu secara otomatis juga adalah sahabat Anda.

Tetapi, yang penting buat kita pertanyakan –pada diri kita sendiri– adalah, seberapa siapkah kita
secara mental menjalin suatu persahabatan? Seberapa siapkah kita untuk menjadi seorang sahabat, untuk bersahabat dengan siapa saja yang berkenan disahabati?
Dan, sadarkah kita betapa “rasa persahabatan” ini berkontribusi langsung pada terwujudnya dunia yang
lebih damai, lebih ramah, lebih bersahabat?

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

28. April 2006 by Me My Self
Categories: All Life, Around The World, Personal | Tags: , , | 5 comments

Comments (5)

Leave a Reply

Required fields are marked *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.