De Ngaden Awak Bisa
Ini tembang penghantar tidur untuk anak-anak di bali pada umumnya
De ngaden awak bisa
depang anake ngadanin
geginane buka nyampat
anak sai tumbuh luu
ilang luu buke katah
yadin ririh liu nu pelajahin
Yang artinya kurang lebih begini (baris per baris)
Jangan mengira diri sudah pintar (karena pintar itu sangat relatif sifatnya)
biarkanlah orang lain yang menilai (orang lainlah yang bisa menilai baik
buruknya diri kita)
ibarat kita menyapu
setiap hari pasti ada sampah
sampah hilang berganti dengan debu yang bertebaran
biarpun sudah pintar masih banyak yang harus dipelajari.
Mungkin bisa dijadikan cermin untuk kehidupan kita sehari hari.












This post has 14 comments
May 15th, 2006
Reply
May 15th, 2006
Ini termasuk PUPUH GINADA (SEKAR ALIT)
Ciri2nya :
E de Nga den A wak Bi sa (8a)
De pang A nak e Nga da nin (8i)
Ge gi na ne Bu ka Nyam pat (8a)
La kar Sa i Tum buh Lu u (8u)
I lang Lu u Bu ke Ka tah (8a)
Ya din Ri rih (4i)
Li u E nu Pe la ja han (8a)
*lebih jelas liat di babad bali*
Reply
May 18th, 2006
Eda ngaden awak bisa……………………Ngiring Melajah Sambil Magending..
Reply
May 19th, 2006
OK dehhhh…
Salam kenal ya.
Reply
May 30th, 2006
lamen.. nak bali keto.. pidan nak bali kal maju2. bandingin jak nak batak.. sing nyidang ngaku nyidang.. hasil ne.. liu nak batak dadi nak sukses. when there is a chance get it, don’t underestimate ourself. Hidup Nak Bali!
Reply
November 23rd, 2007
heehehehehehe, ini lagu sering dinyanyiin sama pekak gw,,
ternyata itu artinya,,,
^_^
Reply
July 5th, 2009
Banyak orang sekarang ngaku sakti,ngaku bisa tentang alam gaib dan alam lainnya padahal belum tentu.Lihat saja orang yang lusuh di daerah pinngir mereka sangat mumpuni.tapi tidak pernah komersildan gak buka plang segala
Reply
December 25th, 2009
Pupuh Ginada(De ngaden Awak Bise) sudah tidak relevan lagi di jaman sekarang ini, tanpa menonjolkan diri tidak ada yang akan tahu anda pintar atau goblok, kebanyakan orang bali masih memendam paradigma ini, lihat orang batak dalam merebut posisi di manapun akan berkata lantang saya yang bisa maka pakai saya untuk jabatan itu, sedangkan kita lain ” ah jangan saya pak saya belum pantas untuk itu sambil merendah” nah……
Reply
February 17th, 2010
ada mp3 nya ngga ya, tks
Reply
May 24th, 2010
Om Swastiastu
salam kenal, dumogi kenak rahayu
tur sukses selalu di dunia blog ini…
salam
Reply
July 27th, 2010
Lagu itu mekulit dan penuh arti.
Jangan mengartikan sepenggal-sepenggal, bisa jauh dari maksud lagu itu.
Nyayikan secara utuh. Lagu ini mengajak kita rendah hati, BUKAN RENDAH DIRI seperti yg di tuduhkan diatas.
Rendah hati, hingga akhir zaman pun tetaplah sifat mulia. bandingkan dengan kesombongan yg berakar dari ego dan keserakahan.
Reply
July 27th, 2010
Dengan Rendah hati kita tetap bisa percaya diri dengan kemampuan kita pengetahuan kita. Kita tetap bisa besaing dengan orang lain bahkan jadi lebih sehat dalam persaingan. namun tidaklah menyombongan apa yang kita miliki. itu maksud dari lagu diatas. bukan mengajak anda untuk minder baru membaca satu bait “De ngaden awak bise”
Reply
July 27th, 2010
mengapa berheti hanya sampai di “Dengaden awak bise” bagaimana dengan bait berikutnya…???
geginane buka nyampat
anak sai tumbuh luu
ilang luu buke katah
yadin ririh liu nu pelajahin
Benang merah dari lagu ini bisa jadi adalah “YADIN RIRIH LIU NU PELAJAHIN”…:)
Reply
August 17th, 2010
Ah, saya kangen dengan lagu ini….
Reply
Trackbacks
Add a comment