De Ngaden Awak Bisa

Ini tembang penghantar tidur untuk anak-anak di bali pada umumnya

De ngaden awak bisa
depang anake ngadanin
geginane buka nyampat
anak sai tumbuh luu
ilang luu buke katah
yadin ririh liu nu pelajahin

Yang artinya kurang lebih begini (baris per baris)

Jangan mengira diri sudah pintar (karena pintar itu sangat relatif sifatnya)
biarkanlah orang lain yang menilai (orang lainlah yang bisa menilai baik
buruknya diri kita)
ibarat kita menyapu
setiap hari pasti ada sampah
sampah hilang berganti dengan debu yang bertebaran
biarpun sudah pintar masih banyak yang harus dipelajari.

Mungkin bisa dijadikan cermin untuk kehidupan kita sehari hari.

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

15. May 2006 by Me My Self
Categories: All Life | 19 comments

Comments (19)

  1. 🙂 do understand

  2. Ini termasuk PUPUH GINADA (SEKAR ALIT)
    Ciri2nya :
    E de Nga den A wak Bi sa (8a)
    De pang A nak e Nga da nin (8i)
    Ge gi na ne Bu ka Nyam pat (8a)
    La kar Sa i Tum buh Lu u (8u)
    I lang Lu u Bu ke Ka tah (8a)
    Ya din Ri rih (4i)
    Li u E nu Pe la ja han (8a)

    *lebih jelas liat di babad bali* 😀

  3. Eda ngaden awak bisa……………………Ngiring Melajah Sambil Magending..

  4. OK dehhhh…:-) Salam kenal ya.

  5. Pingback: I Made Yanuarta DPY » Blog Archive » Melajah Komputer

  6. Pingback: saylow’s website » Blog Archive » Depang anake ngadanin

  7. lamen.. nak bali keto.. pidan nak bali kal maju2. bandingin jak nak batak.. sing nyidang ngaku nyidang.. hasil ne.. liu nak batak dadi nak sukses. when there is a chance get it, don’t underestimate ourself. Hidup Nak Bali!

  8. heehehehehehe, ini lagu sering dinyanyiin sama pekak gw,,
    ternyata itu artinya,,,
    ^_^

  9. Banyak orang sekarang ngaku sakti,ngaku bisa tentang alam gaib dan alam lainnya padahal belum tentu.Lihat saja orang yang lusuh di daerah pinngir mereka sangat mumpuni.tapi tidak pernah komersildan gak buka plang segala

  10. Pupuh Ginada(De ngaden Awak Bise) sudah tidak relevan lagi di jaman sekarang ini, tanpa menonjolkan diri tidak ada yang akan tahu anda pintar atau goblok, kebanyakan orang bali masih memendam paradigma ini, lihat orang batak dalam merebut posisi di manapun akan berkata lantang saya yang bisa maka pakai saya untuk jabatan itu, sedangkan kita lain ” ah jangan saya pak saya belum pantas untuk itu sambil merendah” nah……

  11. ada mp3 nya ngga ya, tks

  12. Om Swastiastu
    salam kenal, dumogi kenak rahayu
    tur sukses selalu di dunia blog ini…
    salam

  13. Lagu itu mekulit dan penuh arti.
    Jangan mengartikan sepenggal-sepenggal, bisa jauh dari maksud lagu itu.
    Nyayikan secara utuh. Lagu ini mengajak kita rendah hati, BUKAN RENDAH DIRI seperti yg di tuduhkan diatas.
    Rendah hati, hingga akhir zaman pun tetaplah sifat mulia. bandingkan dengan kesombongan yg berakar dari ego dan keserakahan.

  14. Dengan Rendah hati kita tetap bisa percaya diri dengan kemampuan kita pengetahuan kita. Kita tetap bisa besaing dengan orang lain bahkan jadi lebih sehat dalam persaingan. namun tidaklah menyombongan apa yang kita miliki. itu maksud dari lagu diatas. bukan mengajak anda untuk minder baru membaca satu bait “De ngaden awak bise”

  15. mengapa berheti hanya sampai di “Dengaden awak bise” bagaimana dengan bait berikutnya…???
    geginane buka nyampat
    anak sai tumbuh luu
    ilang luu buke katah
    yadin ririh liu nu pelajahin
    Benang merah dari lagu ini bisa jadi adalah “YADIN RIRIH LIU NU PELAJAHIN”…:)

  16. Ah, saya kangen dengan lagu ini….

  17. ini adalah lagu pemacu semangat saya untuk selalu belajar hal yang baru..
    Suksma sami…

  18. Kalau melihat secara utuh lagu ini akan sarat dengan makna. bait bait lagu ini tidak dibuat asal jadi…Bila pikiran kita positif kita cukup jelas menangkap makna lagu ini.
    Namun bila melihatnya sepenggal yakni berhenti hanya pada satu bait “De ngaden awak bise”…inilah KESALAHAN dalam memaknai tembang ini, sehingga makna lagu ini pun terpenggal terplintir sehingga kesan yang didapat adalah rendah diri.dan bahkan ada yg menganggap lagu ini tidak relevan dengan jaman sekarang. Sekali lagi Inilah KESALAHAN memaknai tembang.
    Saya melihat benang merah tembang ini justru memacu semangat kita belajar, untuk meraih kesuksesan…pada bait terakhir yakni “Yadin ririh liu nu pelajahin” Meskipun merasa pintar, masih banyak yang harus dipelajari” jadi JANGAN BERHENTI BELAJAR dan belajar terus….sehingga kita tidak tertinggal oleh kemajuan dunia dan teknologi…Lihatlah apanya yang tidak relevan dengan jaman????

  19. lagu yang sangat bermakna…
    terpacu ketika mendengarnya…
    lelulur kita sangat luar biasa…

Leave a Reply

Required fields are marked *