Memainkan Peran

Thinking Like Monkey Dari sekian banyak peran yang ada, bisa dicontohkan bahwa masing-masing individu sebenarnya sudah mempunyai peran yang di haruskan untuk menjalani. sama halnya ketika kita sudah berhadapan dengan alur cerita yang didalamnya kita ikut berperan menjadi lakon atau aktor.
perbedaan yang menyolok dari karakter pemeran adalah salah satu subyek yang tidak meninggalkan bagaimana dia nantinya akan menjadi seorang pemeran. akan bagaimana dia memainkan tentunya individu sendiri yang akan menentukan.

dikantor, peran seorang karyawan atau manajer ataupun seorang direktur tentu sudah ditentukan. bahwasannya ketika memainkan peran seorang karyawan IT yaa.. kamu ngurusin IT. nggak ada tetek bengek harus memainkan peran seorang gardening. kalaupun itu terjadi, maka skenario yang harusnya tertata dengan baik tentunya akan semakin kacau. entah menimbulkan disfungsi peran, ataupun akan menimbulkan skenario besar akan jatuh dan digulung.

beberapa hari ini dikantorku juga terjadi hal-hal yang berhubungan dengan peran. dan secara nggak langsung ada yang mencoba dengan berperan lebih daripada peran yang seharusnya.
It’s Suck.!!! keliatan banget mereka tidak berbakat untuk itu tetapi dipaksakan untuk menjalankan yang tidak seharusnya.
yaa it’s normal untuk kalangan yang orang bilang bermuka tembok beton dengan campuran kerikil dan campuran lumpur lapindo. “he.he.. dicampur rujak cinggur juga boleh”
tapi yaa apakah ke aneh’an itu akan menjadi nama dan sebutan baru bagi orang yang melihatnya?? mmm… itu sudah pasti kalau menurutku.

Denger aja ketika orang bilang..
“ehhh… si anu ngapain seh ngurusin penangkal petir, emangnya nggak ada kerjaan apa.”,
“lahh.. dia kan bagian creambath kok ikut-ikutan.”
“mmm… nggak tau lah, katanya dia sekarang tangan kanan dan kaki kiri bos”
“weleh.. tangan kanan dan kaki kiri.??”,
“yoih, tangan kanan adalah perpanjangan lidah si bos. tp entah beneran apa enggak bos yang bilang. tp biasanya ada template kata-kata yang dipake. spt.. (bos said…, intruksi bos adalah..,etc..)”
“sedangkan kaki kiri bos, kemanapun akan melihat bahwa bawahan adalah media untuk diinjak dan mulai ada kesemena-menaan dalam perilaku dan tindakan.”
” oooooooooooooooooooooooo ”

yaaa… memang dalam setiap perubahan akan menimbulkan suatu pertanyaan dan pemikiran. tetapi dengan tidak meninggalkan peran sesungguhnya pastilah semua akan berjalan dengan normal dan sesuai pakem yang berlaku.
apakah kita sudah memainkan peran yang sesuai dan tidak menjadi seperti mereka.? mungkin hanya butuh jawaban kecil yang tidak memerlukan pemikiran lebih.
hanya diri anda yang tahu.

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

14. September 2007 by Me My Self
Categories: All Life, Personal | Tags: , | 4 comments

Comments (4)

  1. muka tembok beton . hajar aja pake martil, and kalo udh jadi bangunan bawain buldoser aja …. biar keok

  2. “Depang anake ngadanin, anak sai tumbuh lu’u”

  3. kalo ini saya setuju,…. namun bukankah sebelum mendapatkan hasil kita harus berkorban dulu, entah itu waktu, uang keluarga atau harga diri sekalipun,gmana kalo kebetulan di kantor ada temen yang jatuh dan luka, apakah kita tidak boleh menolongnya karena untuk luka kan urusan dokter bukan urusan saya yang hanya tugasnya menyapu dan mengepel kantor.karena saya takut di bilang cari muka atau cari nama, hi hi hi… gimini ni pik midi…. pusiiiiing….

  4. kayaknya ini jeritan hati ya 🙂
    tetep positif thinking aja, jangan ampe kita terjebak ama pemikiran2 negative yang buat kita berhenti berkembang.
    keep on ur way..

Leave a Reply

Required fields are marked *