Sibuk

Ketika mendengar kata ‘sibuk’, orang dengan sendirinya akan terbayang bagaimana super cepatnya gerak langkah, pikiran dan perbuatan yang mengacu dan menjadikan suatu tindakan yang kelihatan pada indra bahwa orang tersebut tidak punya waktu untuk menjaga dirinya menjadi seorang manusia yang sesuai kodratnya.

Orang seperti inilah yang sering dibilang Orang-orang Modern. entah itu laki-laki atau perempuan, tua ataupun muda semua menjadi seorang sibuk dan membutuhkan mobilitas tinggi. Umumnya orang-orang sibuk adalah orang-orang pekerja keras, terpelajar dan orang yang mapan dengan profesi dan bidang keahlian yang sangat membanggakan.
Entah karena tuntutan jaman dan era yang membutuhkan orang-orang tersebut menjadi sibuk, citra tersebut sudah melekat bahwasannya orang modern adalah orang-orang yang penuh kesibukan dan bukan orang modern kalau orang tersebut tidak sibuk.

Sayangnya, masih banyak yang memaknai ‘sibuk’ disini hanya sebatas sibuk secara fisikal dengan mobilitas tinggi. berangkat ke tempat kerja pagi-pagi buta, dan pulang kerja larut malam. akhirnya keluhan-keluhan bombay yang bermunculan diselinggi dengan sumpah serapah yang entah ditujukan buat diri sendiri atau hal sibuknya.

Sedangkan kalau dilihat dan mungkin pikiran iseng, justru kesibukan mental-lah yang lebih berperan dimana sekarang ini sudah sangat banyak kerja fisik dikerjakan oleh berbagai mesin. Kalau beberapa tahun belakangan lebih dibutuhkan stamina fisik dalam kehidupan, di jaman modern ini stamina mental-lah yang lebih diperlukan. Jadi, orang-orang modern adalah orang-orang sibuk secara fisikal dan mental.
Sementara itu, tataran spiritualnya boleh jadi masih tertidur lelap. Oleh karena itu kian banyak kita temukan orang-orang yang mengalami stres, depresi, gangguan mental ringan, sedang maupun berat.

Dikatakan bahwa, hanya kehidupan yang seimbanglah yang mungkin menghadirkan ketenteraman batin dan kebahagiaan. Oleh karenanya, apa yang dibutuhkan oleh orang-orang modern sebetulnya adalah ‘kesibukan spiritual’.

Bahkan kebutuhan ini sedemikian besarnya mengingat sudah sekian lamanya kebutuhan ini diabaikan.

Jadi, mau dibawa kemana arah kesibukan kita.? 

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

17. October 2008 by Me My Self
Categories: All Life | Tags: , | 5 comments

Comments (5)

  1. Keluhan-keluhan Bombay … hahaha, istilah baru nok. Harusnya dijelaskan kek gimana kriteria keluhan bombay itu.

  2. waduh, tambah dalem aja tulisannya
    bawang Bombay aku tau, keluhan2 Bombay???
    maksudnya????

  3. *males komentar, saya lagi sibuk, kakakaka

  4. Bener itu kata2 “Kesibukan spiritual” setujuuu 1000% Yan, kenapa..? Karena sibuk yg jasmani itu hasilnya fana, namun yg spiritual itu sama dengan kita menabung utk “Masa Depan” , yg disana, yg kekal abadi… yg tidak lekang oleh waktu, betul nggak?

  5. Mohon maaf juga BLi, kalo dari sepanjang perjalanan ke GenDo, BLi merasa dicueki. Maklum, pikiran saya lagi sibuk, berhubung sabtu besok harus menghadap dosen pembimbing untuk diskusi tesis.

    pande ndak baik’s last blog post..BeLajar pada Barack Obama

Leave a Reply

Required fields are marked *