Daftar Orang Kaya Di Bali

Peningkatan kualitas hidup identik dengan peningkatan kekayaan yang dimiliki, entah bagaimana cara memperoleh kekayaan tersebut kita hanya benggong ketika membaca nominal yang terpasang ketika seorang pengusaha mempunyai sekian triliun atau milyard di daftar kekayaannya. Diriku hanya bisa membayangkan, kapan dan dipakai apa jikalau mempunyai kekayaan sebanyak itu. ;))

 

Yahh.. namanya juga rakyat jelata yang bisanya ngomong dan komentar. Tentunya berandai-andai lebih dari cukup, he.he.he.

Dibeberapa media sering ditampilkan daftar urutan orang paling kaya, mulai dari orang terkaya didunia, dilanjut orang paling kaya di Indonesia, dan terakhir adalah orang-orang kaya dan mulai terkenal di daerah-daerah mengenai kekayaannya. Mengenai top rich people yang berbau kedaerahan, majalah swa membuat beberapa daftar golongan orang-orang kaya di bali. Yaa… betul, ada orang kaya dibali. :)

 

Dari sekian daftar orang yang disebut di majalah swa, sebagian bergerak dibidang pariwisata. mungkin karena bali identik dengan pariwisata, sehingga industri yang paling menonjol dan bisa menghasilkan orang-orang kaya baru adalah dari bisnis pariwisata. tetapi menggingat kembali kejadian-kejadian yang lalu ketika pariwisata terpuruk oleh adanya bom bali I dan II, baliku menjadi kering akan kunjungan pariwisata. dan aku rasa, dampak yang ditimbulkan hanya terasa di golongan bawah saja. sedangkan golongan berduit dan berdeposito akan mencari usaha-usaha baru guna menambah simpanan yang berkurang gara-gara dampak tersebut. :D dan sekarang, bali berbenah gara-gara flu burung !!!

 

Kembali ke daftar orang-orang kaya didaerah, nama-nama yang disebut bisa dibilang Pendobrak Bisnis dari Daerah. mungkin pendobrak yang dibilang disini adalah perintis / salah seorang pengusaha asal daerah yang mungkin memiliki beberapa bidang usaha di daerah. tapi setahuku, pengusaha-pengusaha dibali cenderung lebih banyak dikuasai oleh para Investor-investor dari luar yang berlomba-lomba menguasai bidang usaha. lah.. terus dari daftar nama orang-orang itu, intensitas pengusaha kaya asli bali sama pengusaha kaya yang ada dibali lebih banyak mana.??

kok rasanya tidak ada disebutin untuk bagian yang pengusaha kaya ada dibali. semua hanya ada nama bali didaftar tersebut. :) entahlah…

 

Berikut daftar nama-nama yang di masukan dalam Sajian Utama tentang Para Pendobrak Bisnis dari Daerah pada Majalah SWA edisi 13/XXIII/14-27 Juni 2007.

 

Keluarga I Wayan Kari Pemilik Grup Waka. Basis operasional di Bali. Bidang usaha pariwisata (Waka Land Cruise, Waka di Ume, Waka Nusa, Waka Maya, Waka Gangga, Waka Shorea, Waka di Abian, Waka Namya, Waka Barong, Hotel Oberoi Bali dan Lombok, Waka Dive), konsultan manajemen, arsitektur (Sain D Sain), transportasi (taksi, rental mobil, kapal penumpang sepat), periklanan (Matamera Advertising), dan perumahan (menggarap hotel satu grup dan knockdown house), tiga hotel di Manado, dan satu di Bintan.

Anak Agung Ngurah Mahendra Basis operasional di Bali. Mendirikan PT Khrisna Kreasi pada 1985 di bidang usaha produksi dan eksportir garmen, forwarder dengan tiga cabang (Ubud, Jakarta, dan Surabaya), periklanan, perdagangan, jasa gudang, money changer, teknologi informasi, dan agen wisata. Perusahaannya kini berjumlah 12.

I Gde Wiratha dan Kadek Wiranatha Basis operasional di Bali. Mendirikan PT Gde & Kadek Brothers. Bidang usaha pariwisata (penginapan, biro perjalanan, restoran kafe, kapal pesiar, dan penerbangan). Group Bounty (Bounty Hotel, Hotel Barong, Dewi Sri Cottages, Vila Rumah Manis, Bounty Cruises, Paddy’s Cafe, Sari Club, Bounty Mall, Double Six, Gado Gado Restaurant, AJ Hackett Bungy, taksi Pan Witri dan Praja Taksi), biro perjalanan Calvin Tour & Travel, Bali Safari Rafting, Air Paradise International. Berencana membangun kembali Sari Club –yang dibom teroris pada 2002- dan sirkuit balap F1.

Gde Sumarjaya Linggih Pemilik Grup Ganeca. Basis operasional di Bali dan Bandung. Bidang usaha hotel (Hotel Sol Lovina berkapastas 120 kamar, 8 villa, dan satu president suite, serta hotel di Nusa Dua), printing supplier, dan minuman anggur (Indico Wine). Kini Grup Ganeca Prima membawahkan 11 anak usaha dan membangun Bali Trade Centre.

ABG Satria Naradha Pemilik Kelompok Media Bali Post. Basis operasional Bali dan Mataram. –tambahan dari saya, kini juga merambah Jakarta, Jogja, Bandung, Semarang, Palembang, dan Aceh-. Bidang usaha koran (Bali Post, Denpost, Bisnis Bali, Suara NTB, dan Prima), tabloid (Tokoh, Bali Travel News, Wiyata Mandala, dan Lintang), radio (Swara Widya Besakih, Global Kinijani, Genta Bali, Singaraja FM), TV (Bali TV, -ini tambahan dari saya: Jogja TV, Semarang TV, Bandung TV, Palembang TV, dan Aceh TV-). Pendapatan iklan Rp 198,3 milliar (Bali Post) dan Rp 33,3 milliar (Bali TV).

Putu Suryajaya Pemilik Grup Nikki yang berdiri pada 2000. Basis operasional di Denpasar dan Kuta. Bidang usaha hotel (Hotel Nikki), pusat kebugaran (Nikki Fitness Centre), rumah sakit (RS bersalin Puri Bunda), pusat pelatihan perhotelan berstandar internasional, dan waralaba sekolah Highscope. Saat ini juga mendirikan kondotel Nikki Denpasar dan kondotel lain di pinggiran Kuta.

AAM Sukadhana Wendha Pemilik Grup Kusemas yang berdiri pada 1990. Basis operasional di Denpasar. Bidang usaha di properti (spesialis pengembang rumah sederhana tipe 21 – 70 dan ruko), rumah mewah, migas, perbankan, travel, dan money changer. Sampai pertengahan 2006 telah membangun 8000 unit rumah sederhana di Bali (Permata Anyar, Griya Tantra Trisna, Bumi Dalung Permai, Permata Nambi, New Bumi Dalung Permai) dan 200 unit toko di Dalung. Ekspansi usaha di lima pompa bensin di Bali, kebun kelapa sawit 40 hektar di Kalimantan, rumah makan waralaba Ayam Bulungan, refleksi dan spa, gallery phone shop, bank perkreditan rakyat, minimarket, vila, resor, biro perjalanan, dan money changer.

Putu Agus Antara Pemilik PT Mama & Leon, hotel, dan properti. Bidang operasional di Denpasar. Bidang usaha garmen (PT Mama & Leon), hotel (hotel Keraton Jimbaran Resort), International Trade and Promotion Centre, Garuda Wisnu Kencana, dan The Renaissance. Ekspansi usaha merambah portofolio merk, pakaian kasual, kebaya, serta outlet.

Putu Subada Kusuma Basis operasional di Denpasar. Pemilik Hotel Sri Kusuma, workshop Melia Laundry, Toko Bunga Roses, dan biro hukum Putu Kusuma & Rekan. Pemilik master franchise 8 gerai waralaba Melia Laundry dan bermitra dengan petani mendirikan kebun bunga di Bedugul.

Keluarga Ida Bagus Tjetana Putra Pemilik Grup Santrian. Basis operasional di Denpasar. Bidang usaha perhotelan (Griya Santrian, Puri Santrian, Santrian Club), resto (Arena Sport Cafe, Mezzanine, dan The Village), transportasi (Sekar Menuh), rafting dan seawalker. Saat ini mendirikan villa seluas 2,5 hektar di Nusa Dua.

Nyoman Dana Asmara Pemilik CV Dana’s Company. Basis operasional di Denpasar. Bidang usaha rencana desain, desain, konstruksi hingga pemeliharaan produk dan eksportir rumah knock down dengan tarif antara US $100 – 600 ribu per proyek (biaya desain hingga pembangunan di luar transportasi, akomodasi, ongkos tukang, dan pengiriman material rumah dari Bali ke negara tujuan). Salah satu arsitek kelas dunia, anggota Asosiasi Arsitek Internasional. Karya: renovasi Bandara Ngurah Rai, Banyan Tree & Spa di Maladewa, rumah keluarga Raja Fahd Arab Saudi, dll. I

Gede Agus Hardiawan Pemilik PT Hardys Retailindo. Basis operasional di Bali dan Jawa Timur. Bidang usaha super market yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali dan beberapa kota lain seperti Banyuwangi, Jember, dan Mataram. Hardy’s kini bekerja sama dengan PT Ramayana Lestari Sentosa.

Djuwito Tjahjadi PT Putra Bhineka Perkasa, produsen kopi merk Kupu-kupu Bola Dunia. Bidang operasional di Denpasar. Berdiri sejak 1935 dan usaha di bidang pengolahan dan perdagangan kopi, termasuk semua hal yang berhubungan dengan kopi seperti pelatihan tentang kopi. Mendirikan Jazz Bar & Grill Cafe dan Kopi Bali House.

Desak Nyoman SuartiPemilik PT Suarti (Suarti Collection). Basis operasional di Gianyar sejak 1990. Bidang usaha perhiasan dan home wear dari perak murni. Punya gerai di Sanur, Ubud, dan Kuta serta satu toko di New York. Lebih dari 90 persen produk diekspor ke Inggris, Italia, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Gde Ngurah Wididana alias Pak Oles Pemilik PT Karya Pak Oles Tokcer. Bidang usaha produksi dan perdagangan obat alternatif, pupuk alternatif, resto, media (dua koran dan tiga radio), klinik pengobatan, dan lembaga penelitian dan pendidikan. Jumlah produk 32 buah muali dari madu, jamu, gelang penyembuh, pupuk, hingga penghemat bahan bakar kendaraan. Punya 39 kantor cabang pemasaran.

Joseph Theodorus Wulianadi alias Joger Pemilik CV Wira’s Garment Melania Soraya, produsen kaos Joger. Basis operasional di Kuta. Bidang usaha kaos dan merchandise Joger dan Jok Mah Li (pojok mahal sekali, barang-barang dari luar negeri dengan harga miring). Menjual sekitar 10 ribu item barang dengan marjin yang diambil 5,8 persen. Jumlah gerai hanya satu di Kuta tapi selalu penuh dengan wisatawan.

Bagus Sudibya Pemilik Bagus Discovery. Basis operasional di Bali. Bidang usaha pariwisata dan agrobisnis. Berdiri pada 1978 dengan Baruna Water Sport, perintis bisnis menyelam di Bali dan Pulau Komodo. Mendirikan Nusa Dua Tour & Travel, Puri Bagus Manggis, Puri Bagus Candidasa Villa Resort & Spa, Puri Bagus Lovina Villa Resort & Spa, Bagus Jati Health & Wellbeing Retreat, The Baliyem Valley Resort di Wamena Papua, Bagus Agro Pelaga (agrobisnis dan agrowisata), dan Bagus Agro Ponjok (pemasok bahan baku ke hotel satu grup dan supermarket di Bali).

Jaya Susila Pemilik Grup Alpha. Basis operasional di Denpasar di bidang kargo sejak 1978. Bidang usaha eksportir garmen dan kerajinan tangan (PT Alpha Sigma Bali), kargo (PT Alpha Sigma Cargo), konsultan bisnis dan pengadaan software (PT Sari Alpha Dwi Karya). Aset sekitar Rp 10 milyar.

Panudiana Kuhn Pemilik PT Dianatina Ayu dan PT Dianasurya Ratna Cargo. Basis operasional di Kuta. Bidang usaha garmen, kargo, dan penginapan. Berdiri pada 1985 (CV Diana dan pada 1993 menjadi PT Dianatina Ayu). Memproduksi garmen pesanan dari merk internasional seperti Bebob, Transparant, dan Tbob dengan pasar Eropa, Kanada, AS, dan Australia. Pemilik Vila Diana Bali, Hotel Ratna Bali, dan Istana Ratna Hotel Yogyakarta.

Tjok Oka Artha Ardhana S Pemilik Grup Tjampuhan. Basis operasional di Ubud. Bidang usaha puri, hotel, spa, dan sekolah. Meneruskan usaha keluarga pada 1984. Puri Tjampuhan mengembangkan usaha jadi 60 unit bungalow, mendirikan Puri Pita Maha, Hotel Royal Pita Maha, Kirana Spa, Sekolah Tinggi, dan berbagai yayasan.

M Sunhaji Pemilk Grup Risun. Basis operasional di Bali. Bidang usaha budi daya dan perdagangan mutiara lepas dan perhiasan mutiara (Risun Pearl) dan jasa pemasaran serta penyewaan properti (tanah, vila, dan rumah). Pemilik tiga gerai di Sogo, Discovery Shopping Mall, dan Risun Pearl di Kuta.

*list nama dari balebenggong*

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

24. August 2007 by Me My Self
Categories: Baliku | Tags: , , | 167 comments

Comments (167)

  1. I’ve been absent for a while, but now I remember why I used to love this blog. Thanks, I will try and check back more frequently. How frequently you update your web site?

Leave a Reply

Required fields are marked *