Keroposnya Alam Baliku
Pagi ini ketika komputerku memulai aktifitasnya dengan membuka email, komputerku langsung memaparkan bagaimana teman-teman di balioutbound mengkritik dan memaparkan bagaimana alam bali ini akan kembali menjadi objek exploitasi yang berkedok pariwisata. mereka dengan tegas menolak dengan berkunjung ke lokasi danau buyan dan membuat satu spanduk yang isinya “Not For Sale“.
Dengan semangat teman-teman balioutbound memberikan pesan bahwa kawasan danau buyan tersebut bukan untuk dijual dan diekploitasi oleh orang-orang berduit dengan dalih pariwisata. paparan tersebut secara tidak langsung membikin trenyuh dan nelongso “basa jawa” hati ketika melihat bahwa kegiatan tersebut hanya mengejar materi dan income segelintir orang yang tanpa disadari, efek yang ditimbulkan akan memberi dampak yang luar biasa bagi alam bali.
Salut dengan rekan-rekan Walhi Bali yang juga tidak henti-hentinya mengkritisi proyek-proyek yang memungkinkan untuk perusakan alam. mereka dengan segala daya dan upaya mempertahankan alam bali yang sedikit mulai sedikit beralih fungsi sebagai objek yang unsur didalamnya di keruk dengan membabi buta dan menimbulkan efek berkepanjangan dikemudian hari.
Proyek di Danau Buyan ini, menurut rekan-rekan diatas sudah mulai dilakukan pembangunan dan sudah ada beberapa bagian hutan yang di pangkas untuk dijadikan bagian proyek tersebut. seperti laporan teman-teman ada bangunan wantilan,tower, dan saluran limbah yang kemungkinan proyek tersebut akan tetap dilaksanakan. meskipun untuk sekarang ini masih stop dengan alasan adanya ijin dan penolakan masyarakat sekitar.
hmm.. semoga hal tersebut tetap dipertahankan dengan jaminan nurani dan kelangsungan hutan dibali tanpa adanya embel-embel sogokan dan uang yang berkuasa. semoga….
Untuk menindak lanjuti paparan teman-teman diatas, diriku pribadi juga mengajak rekan-rekan yang lain untuk mengetuk nurani dan melihat paparan kejelasan mengenai dampak dan akibat yang mungkin bisa ditimbulkan oleh proyek-proyek yang mulai mengikis alam bali.
Siapa lagi yang akan peduli dengan dunia besar kalau kita sendiri tidak peduli dan tanpa sadar dengan dunia kecil kita sendiri. konsep macro dan micro cosmos ataupun buana agung atau buana alit masih akan tetap ada jikalau kita tetap peduli dengan hal tersebut.
Salam












This post has 24 comments
July 22nd, 2008
yukkk ke buyan ber regreenation lagiiii
Reply
July 22nd, 2008
wih… bakal rusak dong kalo kaya gini,,
Reply
July 22nd, 2008
satu komando. satu perlawanan!
*sambil bawa megaphone di depan kantor DPRD.
Reply
July 23rd, 2008
SELL it wisely, but please don’t SALE it…
Reply
July 23rd, 2008
SETUJU!!
Bali : “boleh dipandang, jangan dirusak”
Reply
July 23rd, 2008
kalo saya sih cuma dalem ati aja deh, soalnya mo teriak-teriak juga rugi, ga didengerin sama orang-orang yang diatas sana
Reply
July 23rd, 2008
susah klo sudah benturan dengan birokrasi yg pro jual
Reply
July 25th, 2008
susah kalau alam bali sudah rusak, tapi lebih rusak lagi kalau kita susah menyadarkan perusak-perusak alam bali.
Reply
July 26th, 2008
ayo dukung pelestarian alam…
pro ajeg bali yang bali banget
dengan alamnya dan culture nya
…
Reply
July 27th, 2008
@ fenny
setuju mba,tapi klo kita cuma diem aja juga jelek. paling ga dengan posting di blog juga udah nunjukin kepedulian kita ya ga?
Reply
July 27th, 2008
Mari jaga Bali bersama-sama…. Apa lagi dengan adanya GLOBAL WARMING seperti sekarang ini…..
Salam Kenal , cadink
Reply
July 28th, 2008
@fenny: diam bisa dibilang sama dengan setuju! lebih baik usaha daripada diam… kalo ga didenger, kita usahakan untuk didengar dong
Reply
July 29th, 2008
lama2 bisa habis hutan dibali ganti ama villa, kalo udah gitu, wisatawan ga ada yg dateng villanya dibiarin terbengkalai, itu kalo ngga ada tindakan nyata baik dari pemerintah maupun masyarakat akan menjadi kenyataan, tantangan paling berat sih musuh birokrasi mata duitan + uang
Reply
August 3rd, 2008
who is the investor?
Reply
August 3rd, 2008
Yah, begitulah kalau kita silau dengan gelimang uang, saya sendiri juga menyaksikan langsung perusakan akibat galian C..miris, waswas selalu menghantui!
Reply
August 5th, 2008
sebagai salah seorang oknum dalam lingkungan pemerintahan, sangat menyayangkan hal itu terjadi. tapi mau bgemana lagi ? wakil rakyat dan pejabat hanya berpihak pada rakyat saat kampanye pemilihan. tapi kalo sudah menjabat ya berpihak pada yang punya uang lebih banyak…
Reply
August 6th, 2008
Waktu debat pilgub Bali sempet tuh ada calon gubernur yang mau ngerombak hutan mangrove (yang katanya) untuk perluasan bandar udara. Ah, padahal hutan mangrove kan sudah kayak paru-parunya denpasar. Buntut2nya juga bisa dijual tuh… Untungnya tu calon gubernur ga kepilih. Hehehe…
Reply
August 6th, 2008
hayoo siapa birokratnya yg terima uang pelicin proyek..
Reply
August 8th, 2008
tiada kata lain, mari juga berjuang buat diri kita sendiri dan orang terdekat untuk menyelamatkan alam dan bumi
Reply
August 11th, 2008
Alih-alih peningkatan PAD, semua dibabat… nah kudiangmen, “PREMAN” nak mula keto
Reply
August 12th, 2008
mampir..
Sekalian mau minta tolong untuk berkenan membantu menyebarkan info tentang LOMBA BLOG REMAJA yang diselenggarakan oleh KISARA PKBI Bali, didukung oleh Bali Youth Foundation, Bali Blogger Community (BBC), Balebengong.net, 28sign.com, bluebrainer.com dan BaliFM. Thks. Info bisa diclick di http://remajabali.wordpress.co.....maja-2008/
Reply
August 13th, 2008
betul tuh kenapa yang klo semacam kucuran dana untuk budaya susah tapi klo pembagunan cepat banget. yahhhh dasar pejabat teras pemerintahan ayang semakin hari semakin saja mirip pelacur jalanan
salam kenal
sukses selalu buat mu
Reply
August 17th, 2008
setuju ama Anton….berangkat ke DPRD
kalo ga kita yang menjaga alam Bali suruh siapa lagi??
Reply
August 17th, 2008
Alam jadi korban demi perut
Reply
Add a comment