<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>I Md Yanuarta DPY &#187; Cetivasi</title>
	<atom:link href="http://yanuar.kutakutik.or.id/category/cetivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yanuar.kutakutik.or.id</link>
	<description>My Place to start the World..!!!</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jul 2010 18:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Bank Waktu</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/bank-waktu/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/bank-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada. Kita semua memiliki bank [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a title="Time Spiral" href="http://www.flickr.com/photos/pmartel/422520977/"><img height="420" src="http://farm1.static.flickr.com/146/422520977_54aa8ba2b4_o.jpg" width="420"/></a> </p>
<p>Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.</p>
<p>Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, anda diberikan waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika anda gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk anda, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika anda gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, anda akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Anda harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya.</p>
<p>Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api</p>
<p>Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade.</p>
<p>Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan hargailah waktu itu lebih lagi, karena anda membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu anda. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/bank-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sombong</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/sombong/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 09:19:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/sombong/</guid>
		<description><![CDATA[Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain. Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.</p>
<p>Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.</p>
<p>Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.</p>
<p>Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.</p>
<p>Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence). Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.</p>
<p>Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.</p>
<p>Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.</p>
<p>Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati.</p>
<p>Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan.</p>
<p>Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.</p>
<p>Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala &#8220;tampak luar&#8221; lainnya. Yang kini kita lihat adalah &#8220;tampak dalam&#8221;.</p>
<p>Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.</p>
<p>Kedua, kita perlu menyadari bahwa apapun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.</p>
<p>Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam. Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan dan ngapain juga sombong ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sabar Menghadapi Cobaan</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/sabar-menghadapi-cobaan/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/sabar-menghadapi-cobaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2006 09:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/2006/10/02/sabar-menghadapi-cobaan/</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita? </p>
<p>Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.</p>
<p>Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada. </p>
<p>Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup<br />
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.</p>
<p>Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah? </p>
<p>Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke &#8220;orang pintar&#8221; agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke &#8220;kursi&#8221; yang lebih empuk? </p>
<p>Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?</p>
<p>Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan. </p>
<p>Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, &#8220;Yah.. Sabar kan ada batasnya.&#8221; Atau lidah kita berseru, &#8220;Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?&#8221; Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.</p>
<p>Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.</p>
<p>Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.</p>
<p>Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang? </p>
<p>Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita? </p>
<p>Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru? </p>
<p>Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?</p>
<p>Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan &#8220;hadiah&#8221; yang setimpal di hari penghakiman nanti.</p>
<p>Sudah siapkah kita menerima &#8220;hadiah&#8221; yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/sabar-menghadapi-cobaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersyukurlah</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/bersyukurlah/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/bersyukurlah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2006 02:36:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[All Life]]></category>
		<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/archives/2006/02/10/bersyukurlah/</guid>
		<description><![CDATA[Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, oleh karena itu aku selalu menyukai apapun yang aku dapatkan. Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tak selalu mendapatkan apa yang kusukai, oleh karena itu aku selalu<br />
  menyukai apapun yang aku dapatkan.</p>
<p>Kata-Kata Diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang<br />
  terpenting. </p>
<p>Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan<br />
  bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita.<br />
  Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.</p>
<p>Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. </p>
<p><span id="more-175"></span></p>
<p><font size="5"><strong>Pertama </strong></font></p>
<p align="left">Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan<br />
  pada apa<br />
  yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan,<br />
  pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang.<br />
  Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi<br />
  oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang<br />
  mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak<br />
  mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah<br />
  mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas,<br />
  kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita<br />
  miliki, kita tak pernah menjadi &quot;KAYA&quot; dalam arti yang sesungguhnya.</p>
<p>Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang &#8221;kaya&#8221;. Orang yang<br />
  &#8221;kaya&#8221; bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat<br />
  menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki<br />
  keinginan,tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.</p>
<p>Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita<br />
  miliki. Cobalah lihat keadaan disekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki,<br />
  dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.</p>
<p>Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan<br />
  orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan men jadi lebih menyenangkan.<br />
  Seorang pengarang pernah mengatakan, &#8221;Menikahlah dengan orang yang Anda<br />
  cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.&#8221; Ini perwujudan rasa<br />
  syukur.</p>
<p>Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat<br />
  membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat<br />
  seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek<br />
  berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.</p>
<p><strong><font size="5">Kedua</font></strong></p>
<p>Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan<br />
  membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain<br />
  lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai,<br />
  lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.</p>
<p>Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan<br />
  saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan<br />
  gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah<br />
  setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di<br />
  atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi<br />
  saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi<br />
  rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang<br />
  penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak<br />
  akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya<br />
  dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.</p>
<p>Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di<br />
  pekarangan sendiri. </p>
<p>Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.<br />
  Pasien pertama sedang duduk termen ung sambil menggumam, &#8221;Lulu, Lulu.&#8221;<br />
  Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang<br />
  ini. </p>
<p>Si dokter menjawab, &#8221;Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh<br />
  Lulu.&#8221; </p>
<p>Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut<br />
  melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan<br />
  berteriak, &#8221;Lulu, Lulu&#8221;. </p>
<p>&#8221;Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?&#8221; tanyanya keheranan. </p>
<p>Dokter kemudian menjawab, &#8221;Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.&#8221;</p>
<p>Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki.<br />
  Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. </p>
<p>Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang<br />
  sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia.<br />
  Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, &#8221;Saya mempunyai dua anak<br />
  laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang.<br />
  Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan<br />
  anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia<br />
  karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.&#8221;</p>
<p><strong><font size="5">Bersyukurlah !</font></strong> </p>
<p>Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu<br />
  inginkan &#8230;. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?</p>
<p>Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu &#8230;. Karena itu memberimu<br />
  kesempatan untuk belajar &#8230;</p>
<p>Bersyukurlah untuk masa-masa sulit&#8230; Di masa itulah kamu tumbuh..</p>
<p>Bersyukurlah untuk keterbatasanmu&#8230; Karena itu memberimu kesempatan untuk<br />
  berkembang ..</p>
<p>Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru&#8230; Karena itu akan membangun<br />
  kekuatan dan karaktermu..</p>
<p>Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat.. Itu akan mengajarkan pelajaran<br />
  yang berharga&#8230;</p>
<p>Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih &#8230; Karena itu kamu telah membuat<br />
  suatu perbedaan &#8230;</p>
<p>Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik&#8230; </p>
<p>Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa<br />
  surut&#8230;<br />
  Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif &#8230; </p>
<p>Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi<br />
  berkah bagimu</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/bersyukurlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cinta</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/personal/cinta/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/personal/cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jan 2006 02:38:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/archives/2006/01/13/cinta/</guid>
		<description><![CDATA[Buat Para Sahabat&#8230; Cinta 1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu. 2. Ada saat-saat dalam hidup ketika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buat Para Sahabat&#8230;</p>
<p><strong>Cinta</strong></p>
<p>1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras<br />
dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan<br />
dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum,<br />
karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.<br />
Semoga kamu menemukan orang seperti itu.</p>
<p>2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang<br />
sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam<br />
nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.</p>
<p>3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke<br />
tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena<br />
kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan<br />
hal-hal yang ingin kamu lakukan.</p>
<p>4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati,<br />
cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat, kesedihan yang cukup untuk membuatmu<br />
manusiawi, pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia dan uang yang<br />
cukup untuk membeli segala keperluanmu.<br /><span id="more-158"></span><br />
<br />
5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi<br />
acap kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak<br />
melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.</p>
<p>6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda<br />
bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kamu<br />
meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.</p>
<p>7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita<br />
kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang<br />
belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.</p>
<p>8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.<br />
Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari<br />
orang lain pula.</p>
<p>9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut perselisihan.<br />
Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang<br />
diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh<br />
cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.</p>
<p>10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya<br />
sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika<br />
tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam<br />
dia.</p>
<p>11. Orang-orang yang paling berbahagiapun tidak selalu memiliki hal-hal<br />
terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang<br />
hadir dalam hidupnya.</p>
<p>12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah<br />
sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana<br />
berterimakasih atas karunia itu.</p>
<p>13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir seseorang, sejam untuk<br />
menyukai seseorang dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan<br />
waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang.</p>
<p>14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti<br />
hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka<br />
itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup<br />
mereka.</p>
<p>15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika dan masih<br />
tetap perduli padanya.</p>
<p>16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang<br />
yang sangat berarti bagimu dan mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian<br />
adanya dan kamu harus melepaskannya.</p>
<p>17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh dengan sebuah ciuman dan<br />
berakhir dengan tetesan air mata.</p>
<p>18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap sekalipun pernah<br />
dikecewakan, kepada mereka yang masih percaya sekalipun pernah dikhianati,<br />
kepada mereka yang masih mencintai sekalipun pernah disakiti hatinya.</p>
<p>19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi<br />
lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki<br />
keberanian untuk mengutarakan cintamu kepadanya.</p>
<p>20. Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan.<br />
Kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan<br />
dan sakit hati di masa lalu.</p>
<p>21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba,<br />
jangan pernah menyerah jika kamu masih merasa sanggup, jangan pernah<br />
mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat<br />
melupakannya.</p>
<p>22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang bukanlah jaminan dia akan<br />
membalas cintamu. Jangan mengharapkan balasan cinta, tunggulah sampai cinta<br />
berkembang di hatinya, tetapi jika tidak, berbahagialah karena cinta tumbuh<br />
di hatimu.</p>
<p>23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu<br />
dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian,<br />
janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya<br />
dengan sepenuh hati.</p>
<p>24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu<br />
tersenyum. Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu<br />
tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/personal/cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/perempuan/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2005 08:22:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[All Life]]></category>
		<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perempuan<br />
</strong></p>
<p>Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi. Dialah penolongmu yang sepadan, bukan sparing partner yang sepadan.</p>
<p>Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.</p>
<p>Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki : perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal sepele&#8230; sehingga ketika laki-laki tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya&#8230; sehingga tanpa kau sadari ketika kau menjalankan sisa hidupmu&#8230; kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.<br />
<span id="more-146"></span></p>
<p>Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan. Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki&#8230; tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi&#8230;. tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi.</p>
<p>Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya&#8230; kata-kata yang lembut..<br />
ungkapan-ungkapan sayang yang sepele&#8230; namun baginya sangat berarti&#8230;<br />
membuatnya aman di dekatmu&#8230;.</p>
<p>Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang&#8230;<br />
seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.</p>
<p>Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan wanita, itu sepersekian dari hidupnya&#8230;. tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh  hidupnya&#8230; Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki&#8230; apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana&#8230;. karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini.</p>
<p>Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga.<br />
karena kau dan dia adalah satu&#8230;. dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya. Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan</p>
<p><tags>perempuan, wanita</tags></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enam Batu Ujian Cinta</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/enam-batu-ujian-cinta/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/enam-batu-ujian-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2005 09:06:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[All Life]]></category>
		<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna? Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan? Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama. Cinta sejati ingin merasakan bersama, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana kami tahu bahwa cinta kami cukup dalam untuk menghantar kami ke arah berdampingan seumur hidup, menuju kepada kesetiaan yang sempurna?</p>
<p>Bagaimana kami dapat yakin bahwa cinta kami ini cukup matang untuk diikat sumpah nikah serta janji untuk berdampingan seumur hidup sampai maut memisahkan?</p>
<p><strong>Pertama, Ujian untuk merasakan sesuatu bersama. </strong></p>
<p>Cinta sejati ingin merasakan bersama, memberi, mengulurkan tangan. Cinta sejati memikirkan pihak yang lainnya, bukan memikirkan diri sendiri. Jika kalian membaca sesuatu, pernahkah kalian berpikir, aku ingin membagi ini bersama sahabatku? Jika kalian merencanakan sesuatu, adakah kalian hanya berpikir tentang apa yang ingin kalian lakukan, ataukah apa yang akan menyenangkan pihak lain? Sebagaimana Herman Oeser, seorang penulis Jerman pernah mengatakan, &#8220;Mereka yang ingin bahagia sendiri, janganlah kawin.</p>
<p>Karena yang penting dalam perkawinan ialah membuat pihak yang lain bahagia.</p>
<p>- mereka yang ingin dimengerti pihak yang lain, janganlah kawin. Karena yang penting di sini ialah mengerti pasangannya.&#8221; Maka batu ujian yang pertama</p>
<p>ialah: </p>
<p>&#8220;Apakah kita bisa sama-sama merasakan sesuatu? Apakah aku ingin menjadi bahagia atau membuat pihak yang lain bahagia?&#8221;<br />
<span id="more-140"></span></p>
<p><strong>Kedua, Ujian kekuatan.</strong></p>
<p>Saya pernah menerima surat dari seorang yang jatuh cinta, tapi sedang risau hatinya. Dia pernah membaca entah di mana, bahwa berat badan seseorang akan berkurang kalau orang itu betul-betul jatuh cinta. Meskipun dia sendiri mencurahkan segala perasaan cintanya, dia tidak kehilangan berat badannya dan inilah yang merisaukan hatinya. Memang benar, bahwa pengalaman cinta itu juga bisa mempengaruhi keadaan jasmani. Tapi dalam jangka panjang cinta sejati tidak akan menghilangkan kekuatan kalian; bahkan sebaliknya akan memberikan kekuatan dan tenaga baru pada kalian. Cinta akan memenuhi kalian dengan kegembiraan serta membuat kalian kreaktif, dan ingin menghasilkan lebih banyak lagi. Batu ujian kedua : </p>
<p>&#8220;Apakah cinta kita memberi kekuatan baru dan memenuhi kita dengan tenaga kreaktif, ataukah cinta kita justru menghilangkan kekuatan dan tenaga kita?&#8221;</p>
<p><strong>Ketiga, Ujian penghargaan.</strong></p>
<p>Cinta sejati berarti juga menjunjung tinggi pihak yang lain. Seorang gadis mungkin mengagumi seorang jejaka, ketika ia melihatnya bermain bola dan mencetak banyak gol. Tapi jika ia bertanya pada diri sendiri, &#8220;apakah aku mengingini dia sebagai ayah dari anak-anakku?&#8221;, jawabnya sering sekali menjadi negatif. Seorang pemuda mungkin mengagumi seorang gadis, yang dilihatnya sedang berdansa. Tapi sewaktu ia bertanya pada diri sendiri, &#8220;apakah aku mengingini dia sebagai ibu dari anak-anakku?&#8221;, gadis tadi mungkin akan berubah dalam pandangannya. Pertanyaannya ialah:</p>
<p>&#8220;Apakah kita benar-benar sudah punya penghargaan yang tinggi satu kepada yang lainnya? Apa aku bangga atas pasanganku?&#8221;</p>
<p><strong>Keempat, Ujian kebiasaan.</strong></p>
<p>Pada suatu hari seorang gadis Eropa yang sudah bertunangan datang pada saya.</p>
<p>Dia sangat risau, &#8220;Aku sangat mencintai tunanganku,&#8221; katanya, &#8220;tapi aku tak tahan caranya dia makan apel.&#8221; Gelak tawa penuh pengertian memenuhi ruangan.</p>
<p>&#8220;Cinta menerima orang lain bersama dengan kebiasaannya. Jangan kawin berdasarkan paham cicilan, lalu mengira bahwa kebiasaan-kebiasaan itu akan berubah di kemudian hari. Kemungkinan besar itu takkan terjadi. Kalian harus menerima pasanganmu sebagaimana adanya beserta segala kebiasaan dan kekurangannya. Pertanyaannya: </p>
<p>&#8220;Apakah kita hanya saling mencintai atau juga saling menyukai?&#8221;</p>
<p><strong>Kelima, Ujian pertengkaran.</strong></p>
<p>Bilamana sepasang muda mudi datang mengatakan ingin kawin, saya selalu menanyakan mereka, apakah mereka pernah sesekali benar-benar bertengkar &#8211; tidak hanya berupa perbedaan pendapat yang kecil, tetapi benar-benar bagaikan berperang. Seringkali mereka menjawab, &#8220;Ah, belum pernah, pak, kami saling mencintai.&#8221; Saya katakan kepada mereka, &#8220;Bertengkarlah dahulu &#8211; barulah akan kukawinkan kalian.&#8221; Persoalannya tentulah, bukan pertengkarannya, tapi kesanggupan untuk saling berdamai lagi. Kemampuan ini mesti dilatih dan diuji sebelum kawin. Bukan seks, tapi batu ujian pertengkaranlah yang merupakan pengalaman yang &#8220;dibutuhkan&#8221; sebelum kawin.</p>
<p>Pertanyaannya:</p>
<p>&#8220;Bisakah kita saling memaafkan dan saling mengalah?&#8221;</p>
<p><strong>Keenam, Ujian waktu.</strong></p>
<p>Sepasang muda mudi datang kepada saya untuk dikawinkan. &#8220;Sudah berapa lama kalian saling mencintai?&#8221; Tanya saya. &#8220;Sudah tiga, hampir empat minggu,&#8221;</p>
<p>jawab mereka. Ini terlalu singkat. Menurut saya minimum satu tahun bolehlah.</p>
<p>Dua tahun lebih baik lagi. Ada baiknya untuk saling bertemu, bukan saja pada hari-hari libur atau hari minggu dengan berpakaian rapih, tapi juga pada saat bekerja di dalam hidup sehari-hari, waktu belum rapi, atau cukur, masih mengenakan kaos oblong, belum cuci muka, rambut masih awut-awutan, dalam suasana yang tegang atau berbahaya. Ada suatu peribahasa kuno, &#8220;Jangan kawin sebelum mengalami musim panas dan musim dingin bersama dengan pasanganmu.&#8221;</p>
<p>Sekiranya kalian ragu-ragu tentang perasaan cintamu, sang waktu akan memberi kepastian. Tanyakan: </p>
<p>&#8220;Apakah cinta kita telah melewati musim panas dan musim dingin? </p>
<p>Sudah cukup lamakah kita saling mengenal?&#8221;</p>
<p>Dan izinkan saya memberikan suatu kesimpulan yang gamblang. </p>
<p>Seks bukan batu ujian bagi cinta. </p>
<p>&#8220;Jika sepasang muda mudi ingin punya hubungan seksual untuk mengetahui apakah mereka saling mencintai, perlu ditanyakan pada mereka, &#8220;Demikian kecilnya cinta kalian?&#8221; Jika kedua-duanya berpikir, &#8220;Nanti malam kita mesti melakukan seks &#8211; kalau tidak pasanganku akan mengira bahwa aku tidak mencintai dia atau bahwa dia tidak mencintai aku,&#8221; maka rasa takut akan kemungkinan gagal sudah cukup menghalau keberhasilan percobaan itu. Seks bukan suatu batu ujian bagi cinta, sebab seks akan musnah saat diuji.</p>
<p>Cobalah adakan observasi atas diri saudara sendiri pada waktu saudara pergi tidur. Saudara mengobservasi diri sendiri, kemudian tidak bisa tidur. Atau saudara tidur, kemudian tidak lagi bisa mengobservasi diri sendiri. Sama benar halnya dengan seks sebagai suatu batu ujian untuk cinta. Saudara menguji, sesudah itu tidak lagi mau mencintai. Atau saudara mencintai, kemudian tidak menguji. Untuk kepentingan cinta itu sendiri, cinta perlu mengekang menyatakan dirinya secara jasmaniah sampai bisa dimasukkan ke dalam dinamika segitiga perkawinan.</p>
<p>SUMBER : &#8220;JODOHKU&#8221;, oleh Walter Trobisch Beberapa dari Batu Ujian ini dikutip Trobisch dari buku &#8220;LOVE AND THE FACTS OF LIFE&#8221; oleh Evelyn Duvall.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/enam-batu-ujian-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pikiran, Hasrat Dan Keinginan</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/pikiran-hasrat-dan-keinginan/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/pikiran-hasrat-dan-keinginan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2005 08:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[All Life]]></category>
		<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Pikiran, Hasrat Dan Keinginan Pada suatu masa, hidup seorang raja yang sombong, dia merasa kemakmuran yang didapat negaranya adalah hanya karena kecerdasan dan kemampuannya memerintah negara. Dia merasa memiliki segalanya. Pada suatu saat dia pergi keluar , bertemu dengan seorang pengemis tua dengan pakaiannya yang compang &#8211; camping. Sang raja bertanya : &#8220;Apa yang kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pikiran, Hasrat Dan Keinginan</p>
<p>Pada suatu masa, hidup seorang raja yang sombong, dia merasa kemakmuran yang didapat negaranya adalah hanya karena kecerdasan dan kemampuannya memerintah negara. Dia merasa memiliki segalanya. </p>
<p>Pada suatu saat dia pergi keluar , bertemu dengan seorang pengemis tua dengan pakaiannya yang compang &#8211; camping. </p>
<p>Sang raja bertanya : &#8220;Apa yang kamu inginkan?, aku pasti dapat mengabulkan katakan saja. </p>
<p>Aku adalah raja yang besar. &#8221;</p>
<p>Sang pengemis berkata: &#8220;Kamu bertanya kepadaku untuk memenuhi keinginanku? &#8221;</p>
<p>Jawab sang Raja, &#8221; Ya katakan saja aku pasti dapat mengabulkannya..&#8221; </p>
<p>Sang pengemis berkata: &#8220;Berfikirlah dua kali sebelum berjanji kepada seseorang.&#8221; </p>
<p>Pengemis ini sebenarnya bukan pengemis biasa, dia adalah seorang sufi yang sedang menyamar untuk memberikan pelajaran kepada sang Raja.</p>
<p>&#8220;Aku akan memenuhi semua yang minta ketahuilah aku adalah raja yang besar, permintaan apa yang tidak mungkin aku penuhi aku pasti bisa sebutkan saja&#8221;. </p>
<p>Sang pengemis menjawab : &#8220;Baiklah, permintaanku sangat sederhana tolong penuhi mangkok mengemis ini dengan sesuatu. &#8220;<span id="more-133"></span></p>
<p>Sang raja tersenyum sombong, &#8220;Ah , mudah sekali&#8221;. </p>
<p>Dia memanggil pelayan istana. &#8220;Pelayan isi mangkoknya dengan uang&#8221;. </p>
<p>Uang sebesar 1000 dinar dimasukkan tetapi ternyata hilang begitu saja ketika sampai dasar mangkok.  Kemudian 10.000 100.000 1 juta dinar. Semuanya hilang ketika menyentuh dasar mangkok. Orang-orang diluar istana mulai ramai menggunjingkan hal tersebut. </p>
<p>Sang raja mulai terusik harga dirinya. </p>
<p>&#8220;Jika semua harta kekayaan kerajaan akan hilang untuk memenagkan ini aku akan lakukan&#8221;. </p>
<p>Sang raja memerintahkan pegawai istana untuk mengambil barang kekayaan kerajaan. </p>
<p>Emas, permata,intan..berlian, mutira semua harta kekayaan  kerajaan dimasukkan kedalam mangkok sang pengemis tetapi selalu ketika menyentuh dasar mangkok semuanya lenyap tak berbekas.</p>
<p>Akhirnya sampai sore hari semua harta kekayaan kerajaan telah lenyap didasar mangkok sang pengemis. </p>
<p>Semua orang hanya terdiam menyaksikan kejadian itu. </p>
<p>Akhirnya sang raja dengan lemas terduduk didepan pengemis, &#8220;Aku akui aku kalah tetapi sebelum engkau pergi tolong beritahu aku apa rahasia mangkok itu agar aku tidak terus diikuti rasa ingin tahu ku tentang mangkok itu.&#8221;</p>
<p>Sang pengemis berkata, &#8220;Mangkok ini terbuat dari fikiran manusia.. tidak ada rahasia didalamnya terbuat dari keinginan manusia.. hasrat manusia&#8221;.</p>
<p>Inilah bentuk kehidupan manusia yang dapat kita fahami. </p>
<p>Bergerak dari satu keinginan ke hasrat yang lain. </p>
<p>Bagaiman mekanismenya? </p>
<p>Pertama kita akan merasakan keinginan yang besar, hasrat yang besar, tekad yang besar, nafsu yang besar. </p>
<p>Maka kamu akan berusaha untuk mendapatkan hal tersebut kamu merasakannya sesuatu terjadi dan kamu akhirnya sampai pada ujungnya..</p>
<p>Kamu miliki mobil yang mewah, rumah yang indah, pakaian yang indah, kapal pesiar yang megah, istri yang cantik, anak-anak yang lucu. </p>
<p>Setelah itu semua itu tiba-tiba kau akan merasakan kehampaan , ketiadaan.</p>
<p>Apa yang terjadi? </p>
<p>Fikiranmu menghilangkan semua hasrat dan keinginan yang besar itu. </p>
<p>Mobil yang kita kendarai, baju yang kita pakai .kesenangan hanya pada saat kita ingin emilikinya. </p>
<p>Kamu menjadi sangat mabuk saat ingin mendapatkannya, kamu lupa akan ketiadaan bahwa kita datang dan hadir diatas dunia ini tanpa membawa apa-apa. </p>
<p>Ketika semua sudah kita dapat, mobil mewah, rumah indah, pakaian yang bagus, istri yang cantik, uang dalam acount-account bankmu. </p>
<p>Semua berubah menjadi ketiadaan, kebosanan yang siap untuk menelanmu. </p>
<p>Akhirnya kamupun harus membuat, hasrat-hasrat dan keinginan-keinginan lainnya untuk melarikan diri dari kehampaan itu..</p>
<p>Itulah bagaimana seseorang bergerak dari satu keinginan ke keinginan lainnya waktu demi waktu.. Sementara sebagian orang lain terus berada dalam keadaan mengemis atau terpuruk dalam kemiskinannya.</p>
<p>Hidupmu akan membuktikan itu waktu demi waktu. </p>
<p>Setiap keinginan datang, setelah tercapai, kamu akan membutuhkan keinginan lainnya. </p>
<p>Hidup akan terasa berisi dan berarti saat kita mampu merasakan hidup orang lain, penderitaan orang lain, perjuangan orang lain. Sehingga hidupmu tidak akan selalu sibuk untuk mencari keinginan-keinginan, dan hasrat-hasrat lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/all-life/pikiran-hasrat-dan-keinginan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo, Terus Bergerak!</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/ayo-terus-bergerak-2/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/ayo-terus-bergerak-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2005 02:52:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Ayo, Terus Bergerak! Air, jika dibiarkan terus menggenang, tanpa aliran, lama-lama akan menjadi sarang penyakit. Demikian juga udara, jika dibiarkan berhenti, tak berhembus, akan menimbulkan kepengapan dan akhirnya merusak pernapasan. Semua harus bergerak. Tidak boleh ada yang diam. Adalah kenyataan bahwa segala ciptaan Allah selalu bergerak. Bumi, matahari, bulan, bintang, dan semua tata surya berotasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayo, Terus Bergerak! </p>
<p>Air, jika dibiarkan terus menggenang, tanpa aliran, lama-lama akan menjadi sarang penyakit. Demikian juga udara, jika dibiarkan berhenti, tak berhembus, akan menimbulkan kepengapan dan akhirnya merusak pernapasan.<br />
Semua harus bergerak. Tidak boleh ada yang diam.</p>
<p>Adalah kenyataan bahwa segala ciptaan Allah selalu bergerak. Bumi, matahari, bulan, bintang, dan semua tata surya berotasi tiada henti. Sekali terhenti akan terjadi kerusakan dan bencana yang luar biasa. Bahkan makhluk-makhluk mikro seperti bakteri dan virus pun bergerak.</p>
<p>Hukum Tuhan yang terjadi pada alam raya itu sesungguhnya terjadi juga pada diri manusia. Secara fisik, jika manusia berhenti, diam, dan tidak melakukan aktifitas, maka dalam kurun waktu tertentu kesehatannya pasti terganggu.<br />
Selain mudah lelah, berbagai penyakit akan mulai berdatangan.</p>
<p>Demikian pula halnya dengan pikiran. </p>
<p>Seseorang yang membiarkan otaknya berhenti berpikir, maka dalam jangka waktu tertentu pikirannya akan terganggu. Sulit berpikir logis dan sistematis.<br />
Berpikirnya meloncat-loncat, sulit mengingat, dan mudah lupa. Menurut penelitian ilmiah, orang yang kurang terbiasa menggunakan pikirannya, pada usia tuanya akan menjadi pikun.</p>
<p>Jika rumus pergerakan itu terjadi pada alam dan individu manusia, maka hal yang sama juga pasti berlaku pada sebuah masyarakat dan organisasi.</p>
<p>Jangan sekali-kali berhenti, diam, atau stagnan. Karena diam itu berarti mati. Diam itu bisa membawa penyakit. Diam itu tidak sehat. Jangan takut perubahan, perbaikan, dan pembaruan. Sebab semua ciptaan-Nya ditakdirkan selalu bergerak dalam sebuah rotasi yang telah ditentukan.</p>
<p><tags>cetivasi, motivasi diri</tags></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/ayo-terus-bergerak-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Sisi Sifat Manusia</title>
		<link>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/dua-sisi-sifat-manusia/</link>
		<comments>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/dua-sisi-sifat-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Oct 2005 03:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Me My Self</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cetivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yanuar.kutakutik.or.id/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Dua Sisi Sifat Manusia Seorang anak bertanya kepada ayahnya mengapa dia mudah sekali tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya&#8230; Sang ayah berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua &#8220;Penjaga&#8221;. Penjaga putih dan Penjaga hitam. Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah marah dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua Sisi Sifat Manusia</p>
<p>Seorang anak bertanya kepada ayahnya mengapa dia mudah sekali tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya&#8230;</p>
<p>Sang ayah berkata, bahwa dalam diri manusia ada dua &#8220;Penjaga&#8221;. Penjaga putih dan Penjaga hitam. Penjaga hitam selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya prasangka buruk. Sedang Penjaga putih selalu berpikiran positif, baik hati, dan suka hidup damai. Setiap hari kedua penjaga ini selalu berkelahi dalam hati manusia.</p>
<p>Lalu siapakah yang menang? tanya si anak.<br />
Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang ayah.<br />
Sebuah contoh, saat ujian tiba, penjaga putih akan menyuruh kamu belajar dengan tekun tetapi sebaliknya penjaga hitam akan menyuruh kamu untuk menyontek teman sebelah kamu. Anak tersebut mengangguk-angguk mendengarkan nasehat ayahnya.</p>
<p>Sebelum meninggal, almarhum ayah saya pernah berkata :<br />
&#8220;Diri kita adalah apa yang kita pikirkan. Kita akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Mengapa pikiran itu begitu besar pengaruhnya?. Ternyata pikiran-pikiran yg kita masukkan dalam diri kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari-hari, prilaku akan membentuk sifat, sifat akan membentuk kebiasaan dan kebiasaanlah yang akan menentukan nasib kita&#8221;.</p>
<p>Memang nasib manusia berada dan ditentukan oleh Tuhan, tetapi manusia juga mempunyai pilihan untuk menentukan nasibnya sebelum hal itu terjadi. Karena Tuhan tidak akan merubah nasib umat-Nya kalau manusia itu sendiri tidak mau merubahnya.</p>
<p>Jadi mulai saat ini masukkanlah pikiran-pikiran positif yang bermanfaat dalam diri kita, buanglah jauh-jauh rasa iri hati, dendam, benci dan pikiran negatif lainnya yang bisa merugikan kita. Janganlah kita memberi makan kepada &#8220;penjaga hitam&#8221; yang ada dalam diri kita. </p>
<p>Setiap pagi setelah bangun tidur dan sebelum memulai aktifitas, ucaplah syukur dan mohon kepada Tuhan agar &#8220;Dia&#8221; selalu memberikan jalan terang bagi kita, membimbing kita kepada hal-hal yang baik. Karena percayalah bahwa setiap langkah yang kita ambil atas ijin-NYA, maka akan membuahkan hasil yang baik. </p>
<p>Ingatlah bahwa : &#8220;Jika kita menanam anggur, tidak mungkin kita menuai duri&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yanuar.kutakutik.or.id/cetivasi/dua-sisi-sifat-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
