Apa itu Spiritualitas?

Belakangan ini semakin menjamur kelompok-kelompok studi atau sejenisnya yang menyatakan kelompoknya sebagai kelompok spiritual. Bahkan kata ‘spiritual’ kini sudah semakin terdengar klise dengan terjadinya pergeseran makna dalam penggunaannya. Sebagai istilah, ia telah semakin dikacaukan dengan berbagai

bentuk kanuragan, “pengeleakan”, “pengiwe”, praktek pedukunan, praktek medium/ cenayang/ “pepeluasan”, atau fenomena okultistik lainnya, bahkan sampai-sampai mendekati ketakhyulan. Ironis memang. Kata spiritual, kini semakin kehilangan spirit-nya. Bukan hanya karena pergeseran-pergeseran pemaknaan seperti itu, akan tetapi berbagai keterbatasan lahiriah dan naluriah, kecenderungan-kecenderungan serta pengkondisi-pengkondisi lainnya, telah menyulitkan kita untuk memahami spirit, sang jiwa, sang roh, “sang dumadi”, “sanghyang urip” yang ada pada setiap makhluk berjiwa, yang justru merupakan isu utama dunia spiritual.

Walaupun pengetahuan tentang spiritualitas dapat dipelajari dari buku-buku atau didengarkan lewat ceramah-ceramah, namun kehidupan spiritual itu sendiri harus dijalani, harus dialami secara langsung sendiri; ia harus dilakoni. Ia bukanlah sesuatu yang bersifat teoritis, yang terdiri dari susunan dari berbagai konsep dan pemikiran-pemikiran ataupun produk intelek semata. Bila Anda masih memandangnya demikian hingga detik ini, sudahilah; hapuslah sangkaan itu dari benak Anda.

Selama seseorang masih membeda-bedakan (diskriminatif) semata-mata hanya berdasarkan ras, keturunan, warna kulit, suku, kebangsaan, jenis kelamin, agama, usia, pangkat, jabatan, profesi, kekayaan, status sosial dan kwalitas duniawi yang merupakan produk dari pandangan kasat, maka ia sebetulnya belum benar-benar siap untuk memasuki kehidupan spiritual manapun.

Walaupun ke-niskala-an adalah keniscayaan adanya, namun kecenderungan indriawi serta pola-pikir yang serba kasat-indria telah menghalangi kita untuk dapat melihat keniscayaannya. Al hasil, spiritualitas tetap kabur di mata kita. Ia tetap menyisakan pertanyaan yang mesti dijawab sendiri.

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

18. October 2006 by Me My Self
Categories: Personal | Tags: , , | 20 comments

Comments (20)

  1. WANTED DEAD OR ALIVE:

    Spiritualitas!
    Religiusitas!
    Moralitas!

    BOUNTY: PRICELESS

  2. Yanuar.. tulisan cerdas! mungkin karena yanuar berdarah campuran jadi bisa melihat spiritual (Bali) dari sisi lain… yap harus diakui telah ada pergeseran makna dan cukup dalam merasuki pemahaman org-org kita….. Sebenarnya menurut saya makna spiritual tidak kabur.. definisi mutlak spiritual mengandung kebenaran dan bagi beberapa orang kebenaran tersebut agak menyakitkan. Jadi agak susah mendeskrepsikan lewat kata-kata apalagi tulisan. Hanya butuh rasa, keterbukaan dan belajar dewasa…

  3. aku..calon perawat yang kata dunia harus profesional..waktu belajar tentang konsep spiritual dari berbagai budaya dan agama sangat berarti banget, anda benar ada berbagai pandangan spiritual ..lain individu lain pula maknanya tapi yang saya harus tau adalah bagaimana menyikapinya, karna tinggkat spiriualitas setiap insan sangat sangat berbeda,
    memang spiritualitas harus dijalani dengan sepenuh hati bila ingin jadi insan yang spiritual, insan yang benar2 ikhlas insan yang benar2 rela menjalani kehidupan ini…

  4. ada “geguritan” yang perlu kita ingat sepanjang masa dan generasi…

    ” de ngaden awak bise, depang anake ngadanin ..”

    seyogyanya begitulah kita menjalani dharmaning agama..

  5. Spiritualitas itu adalah gaya hidup!!! sampai di mana hidup kita dapat mendatangkan ‘senyum’ bagi orang lain. Just like MOTHER TERESA…

  6. salam kenal
    dalam definisi saya spiritualitas adalah suatu keadaan sadar manusia yang ‘hidup’ bukan hanya sebagai makhluk hidup ‘belaka’ tapi makhluk hidup yang merupakan bagian dari dan memiliki hubungan dengan sesuatu yg tak terbatas, yang abadi dan yang absolut.
    Apa itu ‘sesuatu yang tak terbatas, abadi dan absolut’??
    Bagi saya sesuatu yg absolut, tak terbatas dan abadi adalah Semesta.
    Salam

  7. Ada yang mengatakan spiritualitas adalah suatu bentuk kesadaran bahwa ada kekuatan mutlak di luar diri kita yang memiliki kekuatan untuk mengatur manusia dan alam semesta. Spiritualitas memang sangat pribadi sifatnya, tidak dapat dipaksakan dan datangnya berdasarkan pengalaman personal. Orang dapat saja mengalami hal yang sama, tetapi pengalaman spiritual atas suatu kejadian bisa berbeda.

  8. Saya tanya? menurut anda dinamika psikologis paranormal mencapi spiritualitasnya. tolong diberi gambaran. trm ksh

  9. masalah spritualitas itu sangat kita junjung tinggi , karna itu dalam spritualitas mencakup smua masalah Etika,moral dan sendi-sendi kehidupan dalam melanjutkan kehidupan yang penuh dengan problematika. saya salah seorang mahasisiwa Teologia. meminta agar dikirim kepada saya devenisi Tentang spritualitas yang sesuai dengan keadaan sekarang ini.

  10. tlisan andamenyentuhdasarspitualitas. Hanya belum sampaipada diskripsi yang memadai.

  11. Saya menunggu tulisan anda berikutnya tentang spiritualitas dari sisi apa saja

  12. Kita bukanlah makhluk fisikal yang mengalami pengalaman spiritual,namun kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman fisikal. Sesungguhnya masing-masing dari kita adalah percikan cahaya ilahi yang sedang mengalami keilahianNya sendiri dan esensi kita yang paling murni adalah Cinta.

    DANTE
    http://www.xanga.com/danterk

  13. nah masalahnya skrg ini org sulit membedakan spiritualitas dg relijiusitas. bahkan spiritualitas kini diklaim oleh segelintir org dan dijadikan komoditi berupa pelatihan2 yg isinya motivasi. sebuah kelirumologi yg laris dipasaran ini mendangkalkan makna spiritualitas atas nama kecerdasan spiritual. mohon info tentang “sangkan paran ing dumadi” thanks.

  14. nice info for spiritual

  15. apa bedanya spiritualitas dengan psikologi? psikologi kan bisa juga diartikan kondisi kejiwaan manusia! thanks

  16. Spiritual adalah penekanan segala perilaku yang berkiblat kepada batin (nuruti kareping rasa sejati). Perbuatan sebagai bentuk manifstasi kehendak rahsa sejati (unsur tuhan yg ada dalam diri). Sehingga terwujud kekompakan dua unsur meliputi perilaku badan/konkrit (solah) dan perilaku batin (bawa). Puncaknya yakni penyatuan “aku” dalam “Ingsun” dan “ingsun” di dalam “aku”. manunggaling kawula gusti.

    rahayu
    sabdalangit’s web

  17. terimakasih artikelnya saya butuh untuk kelengkapan studi saya…

  18. apiritualitas adalah bagian luar seorang manusia sebagai perwujudan isi dari spiritnya…titik ahh..

  19. spiritual adalah sebuah hasil cipta karsa juga

  20. Minta izin dishare yah.
    thnx

Leave a Reply

Required fields are marked *