Keberuntungan

Ngelanjutin ceritanya arie mengenai lucky person, mungkin bisa lebih dijabarin termasuk yang bagian manakah kita dalam golongan manusia yang beruntung. seingetku dulu, dapet ilmu ini dari baca buku yang didalamnya ada 7 kemuliaan manusia menurut Imam al-Ghazali. dan aku sendiri sering ngeliat sesuatu itu sambil bergumam bahwa ketika melihat suatu kelebihan, “hhmmm… orang itu sungguh beruntung banget..”

yaa.. hanya segitu aja. hanya bergumam..

mungkin hal tersebut dikarenakan aku percaya banget bahwa sesuatu itu sudah ada porsinya masing-masing. mau cantik,ganteng,kaya,jomblo, kalau kita tidak menggetahui bagaimana kebesaran beliau dalam menciptakan kita. tentunya akan tumbuh sifat-sifat iri dan kawan-kawannya. dan kelanjutannya,.. bisa berkaca sendiri deh.. 🙂

dan menurut beliau (Imam al-Ghazali), ketujuh kemuliaan manusia ini kalau tidak disikapi dengan benar, akan menjadi keburukan dan akan membahayakan bagi manusia itu  sendiri. berikut 7 kemuliaan / keberuntungan manusia.

  1. Kemuliaan karena Ketampanan dan Kecantikan Wajahnya.
    ini sudah jelas yang didambakan oleh para jomblowan dan jomblowati. padahal kalau menurutku, memikul sebuah predikat ketampanan sangatlah berat. karena bisa-bisa akan terjerumus kelembah nistha dan memikul dosa pertama sang iblis. yaitu takabur alias sombong. bukankah orang bilang kalau sombong,kita tidak akan bisa menyentuh pintu ilahi. 😀
  2. Kemuliaan karena Melimpahnya Harta.
    Ini yang biasanya orang-orang paling banyak punya massa. dielu-elukan,dihormati, dan malah kemungkinan dijunjung tinggi yang dikarenakan hartanya. padahal orang bilang juga, pertanggung jawaban diakhir kelak mungkin lebih kurang pertanyaanya dari mana asalnya hartanya dia (maling,korupsi,menindas rakyat kecil,dll..) dan untuk apa hartanya (istri simpenan,sok-sok’an,dll..).
  3. Kemuliaan karena Tahta
    paling gampang kalau nyari contoh buat tahta ini adalah pejabat dan berpangkat. siapa seh yang nggak kenal pejabat A, wahh.. itu anaknya pejabat A, itulah sebagian kecil dari omongan orang ketika melihat sesuatu dilihat dari tahta.
  4. Kemuliaan karena BerIlmu / Menguasai Ilmu
    Kalau sekarang banyak ditemui orang-orang berilmu atau pinter. tetapi kalau jaman dahulu mungkin bisa dihitung dengan jari. dan biasanya orang-orang ini adalah orang yang menguasai sastra. entah sastra agama ataupun sastra yang lain. anggap saja contohnya adalah seorang pendeta atau ulama. penyebaran informasi yang beliau-beliau lakukan akan sangat menyentuh di sisi kerakyatan. dan tentunya akan sangat dihormati oleh masyarakat.
  5. Kemuliaan karena Keturunan.
    Keluarga Ningrat / bangsawan (darah biru) bisa dibilang bibit dari bibit,bobot dan bebet kalau orang jawa bilang dalam mencari keturunan buat anaknya. bibit ini terkadang sangat menentukan ketika seorang bapak bertanya kepada anaknya. “gus… panakne nyen kal juang .??” “entoo pak, pan kacir ane ngelahang helikopter entoo pak” “naah…  yen ento bapak setuju” soo… setujunya karena pan kacir adalah keturunan bangsawan penguasa daerah itu sehingga mempunyai helikopter atau memang karena kehendak anaknya. yaaa sedikit banyak faktor keturunan sangat berpengaruh dalam menentukan jodoh anaknya. disamping faktor muka loh yaa… he.he.he..
  6. Kemuliaan karena Kepemimpinannya.
    Pemimpin identik dengan pengikut, dan pastinya semakin banyak pengikut, maka nilai seorang pemimpin itu sendiri akan  semakin bertambah. tapi bahayanya adalah ketika seorang pemimpin memimpin dengan kesewenang-wenangan, korupsi, dan mempengaruhi pengikutnya untuk melakukan tawuran massal. wahh.. bisa kacau tuh… 🙂
  7. Kemuliaan karena Ketakwaan Kepada Tuhan YME
    Terlalu naif kalau ini dinilai dari kacamata seorang masih belajar seperti  aku. mungkin kalau menurutku, bila ketakwaan ini tidak dipelihara dengan baik. akan menjadikan takabur / sombong. padahal org bilang sombong dan takabur itu adalah perbuatan setan atau iblis. jadi.. mulialah orang-orang yang selalu bertakwa kepada Tuhan YME.

doh… kayaknya sudah mulai serius nulisnya.

padahal dari kemaren-kemaren pengen nulis yang gampang-gampang dan tidak memerlukan waktu untuk berfikir. tapi yaa… keluarnya itu.

yaa silahkan dibaca sajah.. he.he.he.

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

02. April 2008 by Me My Self
Categories: Personal | Tags: , , , | 16 comments

Comments (16)

  1. jadinya kemuliaan itu rawan sekali untuk terjerumus ya.. kalo kita keterlaluan sih ngebawa kemuliaan notabene juga berkah dari TYME

  2. saya tampan nih, tp ga sombong lo. kekeke.
    adakah ini sapta timira?

    #yaa betul bli devari, kurang lebih beberapa point sapta timira ada didalam ketujuh kemuliaan tersebut.
    cuman penyampaiannya yang berbeda 🙂

  3. Belajar bersyukur dengan apa yang kita miliki, syukuri hidup dengan segala romantikanya berserah ke pada Maha Dalang…..

  4. betul itu bli, saya lagi mencari kemulian ke-8, ada nggak ya??

    #untuk sekarang masih belum ada. he.he.he.

  5. Yanuar, ada ak buku harga 400 rb, p*l*t, 100*45*180 cm, mahony, klo mua barang bisa di liat, ato bisa hubungin saya langsung

  6. saya kena sentil kemuliaan no 1 😛

  7. kemuliaan disini bisa diartikan kesusksean, gak?

  8. Kemuliaan itulah sumber kegelapan kalau salah menyikapi…
    Btw, artikel serius, komen juga musti hati..hati…he.he.

  9. artana : artikel serius boleh ko ga koment…
    yang penting ambil pesan moral yg ingin disampekan…kekekekekek 😆

  10. Sekali2 kita perlu melihat ke bawah untuk bisa bersyukur…

  11. yah…yang namanya manusia memang ndak lepas dari sifat kesombongannya…dan tak akan lepas dari sifat kemunafikannya…
    terlalu sempurna jadi orang juga mengantarkan kita ke jurang ke hancuran…

    ten kenten bli?

  12. beruntung saya telah membaca ini
    suksma

  13. tiyang numpang baca bli….
    no comment dulu cz serius banget nie postingannya

  14. um..

    ketujuh kemuliaan manusia ini kalau tidak disikapi dengan benar, akan menjadi keburukan dan akan membahayakan bagi manusia itu sendiri

    kalau ketujuh kemuliaan tidak disikapi dengan benar, nantinya akan jadi seperti Sapta Timira ya bli, jadi sama2 mesti dihindari.

  15. wah bener tulisan yang bermanfaat;-)

  16. I’d like to come across more such awesome blogs.

Leave a Reply

Required fields are marked *