Memberikan Nilai sebagai Bagian Kehidupan

 

Dalam hal kisi-kisi kehidupan kadang kala nilai menjadi suatu perumpamaan untuk menjadikan peganggan dalam hidup. nilai ini bisa mendukung seseorang untuk menjadi person yang terkadang berbanding terbalik dengan apa yang ada dinurani itu sendiri. dan hal tersebut sudah sedemikian menjamur untuk periode hidup sekarang ini.

Banyak kita jumpai seseorang yang menjadikan dirinya menjadi manusia palsu untuk mendapatkan nilai yang dimaksud. kepalsuan yang memberikan bagian dari kehidupan kurang lebih hampir sama dengan memberikan kepedulian dalam memaksakan nurani dalam mengenal jati diri dalam hidup. nilai yang terkandung menjadikan person tersebut akan menjadi manusia robot yang tentunya akan di setir atau diremote oleh keadaan lingkungan yang akan memberikan nilai jika person tersebut melakukan ini dan itu. terlepas dari tendensi yang terkandung didalamnya, nilai tersebut memerlukan pemurnian dalam hal pelaksanaan yang akan bisa diberikan ketika person tersebut benar-benar tanpa pamrih dalam pelaksanaan nilai. dan pamrihnya tersebut akan benar-benar hilang ketika menyadari bahwa bagian hidup untuk nilai adalah bagian dari perjalanan seseorang dalam mengenal nilai dalam hidup.

Membaca sedikit tulisan diatas terkadang akan menjadikan aku sebagai manusia yang selalu terpaku dengan rutinitas kehidupan sehari-hari menjadi sangat bosan untuk selalu perpikir individu. untuk itu, terkadang timbul pikiran untuk menjadi manusia yang berdaya guna dengan menyumbangkan sedikit ide,pikiran bahkan kekuatan fisik untuk mendayagunakan sebagai bagian dari kehidupan yang dalam konteks kekinian disebut mengabdi.

Entah ini juga dalam bagian memberi arti atau bukan, dua minggu lalu aku mencoba menjadi bagian dalam lonching komunitas para BeLogger Bali. bertempat pada Popo Danes Art Veranda di Tanjung Bungkak, Bali Blogger Community Officialy di Lounching. dan dengan berbagai kesibukan persiapan lounching yang dimotori oleh Mas Anton, akhirnya para belogger bali bermanifesto. yang isinya kurang lebih spt dibawah ini.

Kebebasan Informasi dan Berekspresi Adalah Hak Asasi. Karena itu, Kami Menolak Penyeragaman Informasi. Mai Ngeblog Apang Sing Belog!

 

 

Kalau dilihat dari persiapan dan perencanaan yang dibikin oleh panitia kecil acara lonching, suksesnya acara menjadi obat yang sempurna untuk evaluasi bagaimana nantinya bali blogger akan mengadakan event-event selanjutnya. dan acara ini pun tidak terlepas dari campur tangan para sponsor yang dengan rela membantu suksesnya acara tersebut.
terima kasih untuk semua para sponsor, pihak terkait, offline speak dari om Budi Putra dan om Wimar, jeng Enda, dan rekan-rekan yang turut membantu bagaimana acara lonching tersebut menjadi terlaksana.

Dilanjut dengan Minggu lalu, aku ikut menyibukkan diri juga dengan menggikutin acara regrenation yang di prakarsai Bali Outbond Community (BOC).
Bertempat di desa Subaya, teman-teman BOC menggadakan penanaman bibit pohon diareal bukit yang mungkin sudah dibilang gundul untuk ukuran hutan diderah kintamani. bibit yang didapet merupakan sumbangan dari beberapa instansi kehutanan dan team boc tinggal menggambil di dearah gerokgak singaraja sehingga pelaksanaannya tinggal penanaman dilokasi.

me bersyukur aku diajakin dalam event regrenation ini, disamping bertemu dengan orang-orang hebat yang mungkin nanti akan jadi sahabat, pengalaman yang didapet juga tidak sebanding dengan capek yang aku rasa tidaklah terlalu capek untuk ukuran tukang pacul penggali lubang tanam dan tukang foto ketika aku harus menggantikan si irvan. he.he.

Yaa.. begitulah update kegiatan minggu-minggu kemaren yang belum sempet kerecord di blog ini. prinsipku sebenernya hanya menjadiku hidup lebih berguna dengan ikut teman-teman memberdayakan nilai yang mungkin tidak akan bernilai ketika orang lain yang menilai. tapi yaa cuman itu yang bisa dipersembahkan kepada alam dan masyarakat.

Soo.. let’s keep our spirit for creating our live more life.

 

 

========================================

Kegagalan kita di dalam mencintai yang lain
disebabkan oleh kecintaan kepada diri sendiri yang kelewat besar.
Kita hanya bisa mencintai siapapun atau apapun kalau
kita bisa melihatnya sebagai tiada terpisahkan dari keberadaan kita.
Bila penglihatan itu Anda miliki,
Anda bisa mencintai siapapun atau apapun.

========================================

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

22. February 2008 by Me My Self
Categories: Personal | Tags: , , , , , , , | 16 comments

Comments (16)

  1. “Soo.. let’s keep our spirit for creating our live more life.” – menjadi hidup lebih hidup ….

    HIdup Itu Indah !!!!! *siul siul*

  2. Kegagalan kita di dalam mencintai yang lain
    disebabkan oleh kecintaan kepada diri sendiri yang kelewat besar.
    Kita hanya bisa mencintai siapapun atau apapun kalau
    kita bisa melihatnya sebagai tiada terpisahkan dari keberadaan kita.
    Bila penglihatan itu Anda miliki,
    Anda bisa mencintai siapapun atau apapun.

    setuju!!
    karena tak mungkin putih menjadi putih bila tak ada hitam.

  3. suhu, bagaimana caranya memberikan nilai sebagai bagian kehidupan?
    seperti apa nilai itu bisa dikatakan valid?
    dan jika nilai itu mempunyai nilai siapa juga yang punya authority untuk memberi penilaian? mengapa?

    pagi2 sekali hamba minta jawabannya…:D
    *cling! ilang…

  4. quote nya mencerahkan…

  5. seneng rasanya bisa menularkan ‘spirit of subaya’ 🙂
    next trip, next spirit?

  6. #Irfan
    bagaimana caranya memberikan nilai sebagai bagian kehidupan?
    =>just back to your self, bagaimana kamu menjalani hidup sebagai manusia.
    kalau aku bertanya, apakah kamu sadar kamu menjalani kehidupan.? dan kehidupan apa yg kamu pilih.?

    seperti apa nilai itu bisa dikatakan valid?
    => mungkin bisa dikatakan valid bila kamu bisa mengatakan bahwa kamu bisa memberdayakan kamu sebagai manusia. entah sebagai mahluk ciptaan tuhan, mahluk sosial, mahluk kriwul dgn predikat ijolumutgalak, dan lain sebagainya…

    dan jika nilai itu mempunyai nilai siapa juga yang punya authority untuk memberi penilaian? mengapa?
    => penilaian itu identik dengan bagaimana kita mempelajari suatu proses. ketika proses itu berhasil, siapa yg berhak memperoleh kepuasan hakiki ketika kita merasa proses itu berjalan dengan sempurna.?
    that’s your self dude.
    dan mengapa.?
    it’s depend on how you understand that how you do that process.

  7. #Viar
    thanks viar, you all the best.
    dan sudah pasti, next trip with more spirit.
    he.3

  8. wah sayang sekali saya ga bisa ikutan gradag-grudug acara launching kemaren, karena runag dan waktu 🙂
    *mencari alasan*

  9. Wah, sibuk sekali Bli Bagus. 🙂

  10. Wah, acara nanem pohonnya asyik ya bli?

  11. Akan tiba Nyepi, suhu…pencerahan apakah yang suhu rencanakan?

  12. Hanya satu kata,
    Salut…………

  13. hidup ini indah bli…lets make harmoni..

    btw,boleh ikutan ga kalo ada acara kaya kemarin itu..?? ikut gabung BOC gitu.

  14. dua paragraf di atas bener2 bukti kalo pak de memang cocok jadi pedanda. dharma wacananya bagus sajan. 😀

    lanjut, pak de. perjalanan masih panjang.

    btw, kapan kopdar lagi? hihihi..

  15. Thanks Bli Yanuar. Telah ikut dalam Regreenation

  16. nilai bagian dari kehidupan tanpa sebuah penilaian hidup tak ada nilainya….

Leave a Reply

Required fields are marked *