Nazar

Berbicara mengenai nazar, diriku masih perlu untuk mencari tau mengenai arti dan kemungkinan definisi dari kata nazar. dengan terlebih dahulu mencoba mencari tahu arti tentang nazar, ada beberapa tutur dari sumber-sumber yang aku baca menjelaskan secara garis besar arti dari nazar itu sendiri. dan nazar itu adalah suatu janji akan sesuatu. entah itu janji melakukan sesuatu yang baik atau buruk menurut dari janji itu sendiri.

Tulisan ini merupakan rangkaian nazar atau janji yang dibuat oleh sahabatku yang secara tidak langsung bersenggolan dengan janji ucapan seseorang yang berhubungan dengan diriku.
sedangkan kaitan yang hendak aku tulis disini adalah mengenai peristiwa pawiwahan atau perkawinan yang diriku jalani beberapa bulan yang lalu.

Alkisah ketika diriku sedang berdiskusi dengan seorang sahabat, beliau berucap bahwa jikalau diriku menikah, beliau akan menyumbang utik-utik (kecambah) untuk dijadikan lawar / makanan khas bali. dan dilain tempat dan waktu, sahabatku yang lain juga berandai-andai yang ujung-ujungnya adalah nazar buat dirinya sendiri bahwa jika diriku menikah, beliau akan turun bersepeda dari denpasar ke subaya kintamani.

Untuk sahabatku yang bernazar pertama, sejalan berputarnya waktu beliau merubah janji nazarnya dengan menyumbang 2 Kg garam dapur. tentunya hal ini beralasan karena produksi utik-utiknya beliau lagi dalam masa riset dan memerlukan suatu pola agar beliau sukses mengembangkan jenis sayur-sayuran ini.
Akhirnya tibalah disaat beliau melihat dan memegang kertas yang berisi undangan dariku, beliau sangat serius melihanya. entah setengah percaya atau tidak bercaya, tentunya beliau harus menepati janjinya yang dulu.
Tepat dua hari sebelum acaraku dihelat, beliau datang dengan dua tas kresek penuh garam dan bonus utik-utik yang beliau janjikan. *Thanks Bro…*

Sedangkan sahabatku yang lain, reaksi yang muncul ketika beliau melihat undangan yang sudah ditangan. beliau langsung memasang status di Fbnya “wahh… harus mulai persiapan kaki *tepuk2kaki* “ he.he.. sungguh nazar yang lumayan berat untuk mengowes dari denpasar kintamani yang kurang lebih berjarak 60Km.
Tapi akhirnya nazar ini terlaksana dengan bantuan teman-teman yang lain yang mensupport dari belakang dan menemani gowes sahabatku ini. bertiga mereka melewati tanjakan yang memakan waktu kurang lebih 7 Jam bersepeda.

pejantan-tanguhgoweser-kemaleman

begitulah janji atau nazar yang diucapkan oleh beberapa sahabatku dalam rangka menjalankan kehidupan berinteraksi dalam lingkup refleksi sosial.

Dan menurutku, orang-orang tersebut adalah pribadi-pribadi yang memiliki integritas dimana mereka berani menepati janji dan menjalankan komitmennya. apakah perlu suatu contoh lagi untuk menggambarkan situasi kebalikan dari komitmen yang berkaitan janji.? coba tenggok ke negara indonesia. anda pasti akan menemukan hal itu dengan gampangnya. :D.

***Salute Indonesia***

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

10. November 2009 by Me My Self
Categories: Personal, Social | Tags: , , , , | 14 comments

Comments (14)

Leave a Reply

Required fields are marked *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.