Ngantuk.!!

Kadang melakukan sesuatu diperlukan kesadaran. entah itu dalam bentuk kesadaran pikiran, ataupun dalam bentuk kesadaran tubuh. hal tersebut terkadang membuat kita selalu merasa bahwasannya hal yang kita kerjakan menjadi tidak perlu dan bisa dibilang membuang-buang energi atau orang jawa bilang useless.

useless ini terkadang juga membawa dampak kebaikan. meskipun kalau ditarik rentang waktunya akan lebih panjang daripada kita melakukan sesuatu yang dikarenakan kebutuhan. tapi yang terjadi akhir-akhir ini adalah useless banget. berangkat kerja kesiangan,kerja dikantor hanya klak-klik nggak karuan. habis itu pulang kerumah yang tadinya capek banget ketika dikantor langsung ilang. habis itu mata nggak mau merem sampe jam 3 pagi.

entah ini akan berlanjut sampai kapan. tapi rutinitas ini terkadang benar-benar membikin useless.
mau update blog, males..
blogwalking terkadang juga nggak semangat baca. akhirnya ditutup lagi browsernya.
baca email juga ogah-ogahan.
bisa dibilang semua sekedar loncat dan meloncat.
hmmm…hanya pesimis aja kalau semua itu pasti ada jalurnya. hanya terkadang aku sendiri yang belum sadar bagaimana suasana itu bener-bener akan menjadi rutinitas yang akan terjadi. padahal sadar dan kesadaran seharusnya membawa disiplin dan aturan main sendiri-sendiri. tapi haruskah ada aturan baku yang mengharuskan pendisiplinan terjadi sehingga membuat seolah-olah ada paksaan yang membuat aku sadar dan tertib di jalur itu.??

hmmm…

 

ngeluyur/melali/dolen/ lagi ahhhhh………

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua :”Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua :”Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu.

Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.” Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu :”Contohnya?”

Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :”Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu. senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

“Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku.

Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.

Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.

Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.

Segala sesuatu berasal dari pikiran.

Berpikir bosan menyebabkan kau bosan.

Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

18. January 2008 by Me My Self
Categories: Personal | Tags: , , , , , | 4 comments

Comments (4)

  1. hmmm kekuatan sebuah fikiran.
    apakah berlaku juga ya untuk hal2 material.
    berpikir kaya menyebabkan saya kaya…hehehe
    *kabur naik angkot

  2. semua akan kembali ke persepsi bukan. stimulasi pikiran yang akan mengendalikan daya juang dan niat. Bosan ngeblog,..nanti juga semangat lagi.

  3. ayo semangat!®

  4. kadang juga dilema berada dalam posisi seperti ini..tapi itulah “dunia qta”, nikmatin aja rutinitas ini
    teteb semangad 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked *