Pengetahuan diri adalah pemahaman akan proses diri sendiri, proses dari pikiran, ia adalah sadar terhadap semua seluk-beluk nafsu-keinginan serta pengejaran-pengejarannya.

Dan bersamaan dengan orang memahami diri sendiri kian dalam, kian ekstensif dan sangat mendalam, disana hadir sebentuk kebebasan, sebentuk kemerdekaan dari rintangan-rintangan ketakutan, ketakutan yang membawa-serta kepercayaan-kepercayaan, dogma-dogma, nasionalisme-nasionalisme, kasta dan semua temuan-temuan pikiran yang mengerikan dalam rangka tetap mengisolasi dirinya di dalam ketakutannya itu.

Dan tatkala ada kebebasan, ada pengungkapan akan yang abadi. Tanpa kebebasan itu, semata-mata bertanya apa yang abadi itu, atau membaca buku-buku tentang yang abadi, tak ada artinya sama sekali.