Seni Melihat

Semasih ada pencitraan yang melahirkan seluruh struktur dari konflik, pasti akan ada pemisah-misahan. Makanya seseorang mesti mempelajari ‘seni melihat’, bukan hanya melihat awan-awan yang berarak dan warna-warni bunga, pada gerakan dari sebuah pohon dalam tiupan angin, melainkan benar-benar melihat diri kita sendiri seperti apa ia adanya; bukan untuk mengatakan, ‘Ia jelek’, ‘Ia cantik’, atau ‘Hanya segitu sajakah?’ —atau semua pernyataan-pernyataan lisan seseorang sehubungan dirinya itu.

Manakala kita menatap diri kita dengan jernih, tanpa pencitraan, barangkali kita bisa *menyingkap apa yang sejati itu sendiri*. Dimana kesejatian itu bukan ada di dalam semesta pikiran melainkan berasal dari *persepsi langsung*, di dalam mana tak ada pemisah-misahan antara si pemerhati dengan yang diperhatikannya …

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

14. March 2008 by Me My Self
Categories: Personal | Tags: , , | 7 comments

Comments (7)

  1. Bli Yanuar, Anda adalah seorang diplomat psikologi. Menelanjangi kenyataan dan mengupasnya menjadi unsur-unsur hara pencitraan. Aduh. Ampun Bli. Aku pengen ke subaya lagi. Balancing life, look up and looking down … mau ikut ? Sambil nyeruput Djisamsoe di udara dingin desa pasti nikmat euy ….

  2. dalem puk bli..abis nyepi
    semoga saya bs jujur, syukur dan menerima apa adanya..

  3. hiks .. jadi kangen Dena ã…  ã… 

  4. ada tips ga gimana seni melihat yg ‘pure’ itu?

  5. #Hendra WS
    ayuukk mas… kapan berangkat lagi.?? 🙂

    #devari
    ‘pure’ yg bli maksud yg mana.?
    tp nyoba menebak jawaban yg bli devari maksud. 🙂
    let’s make simple, warna putih dicampur putih hasilnya juga akan putih. ketika putih dicampur hitam akan sedikit banyak warna hitam akan mendominasi.
    bagaimana kalau warna putihnya diberi lebih banyak.?

  6. seni melihat saya kurang, jadi butuh 2 – 3 kali utk baca seni melihat ini 😀

  7. Sedikit bingung, tapi akan saya baca berulang kali untuk lebih memahami maksudnya 🙂

Leave a Reply

Required fields are marked *