Seni Melihat

Semasih ada pencitraan yang melahirkan seluruh struktur dari konflik, pasti akan ada pemisah-misahan. Makanya seseorang mesti mempelajari ‘seni melihat’, bukan hanya melihat awan-awan yang berarak dan warna-warni bunga, pada gerakan dari sebuah pohon dalam tiupan angin, melainkan benar-benar melihat diri kita sendiri seperti apa ia adanya; bukan untuk mengatakan, ‘Ia jelek’, ‘Ia cantik’, atau ‘Hanya segitu sajakah?’ —atau semua pernyataan-pernyataan lisan seseorang sehubungan dirinya itu.

Manakala kita menatap diri kita dengan jernih, tanpa pencitraan, barangkali kita bisa *menyingkap apa yang sejati itu sendiri*. Dimana kesejatian itu bukan ada di dalam semesta pikiran melainkan berasal dari *persepsi langsung*, di dalam mana tak ada pemisah-misahan antara si pemerhati dengan yang diperhatikannya …

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

14. March 2008 by Me My Self
Categories: Personal | Tags: , , | 7 comments

Comments (7)

Leave a Reply

Required fields are marked *


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.