Mencari Kepuasan Hidup

Mencari Kepuasan Hidup

PUNCAK tertinggi pengamalan ajaran Veda menurut Manawa Dharmasastra II.6 adalah mencapai kepuasan Atman. Dalam sloka Manawa Dharmasastra itu disebut dengan istilah Atmanastusti. Kepuasan Atman itu adalah kepuasan rohani yang kedudukannya di atas kepuasan jasmani. Kepuasan Atman itu adalah kepuasan hidup yang tertinggi. Tentunya ada kepuasan sebelumnya yang wajib dicapai terlebih dulu.

Dalam Wrehaspati Tattwa dinyatakan ada dua tahap kepuasan yang seyogianya kita capai secara bertahap dalam hidup ini. dua kepuasan itu adalah Wahyu Tusti dan Adyamika Tusti. Pada kesempatan ini akan diuraikan tentang kepuasan lahiran atau duniawi. Orang dapat disebut telah mencapai Wahya Tusti atau kepuasan lahiriah apabila telah dapat mencapai lima jenis kepuasan dalam hidupnya di dunia ini.

Lima jenis kepuasan itu adalah Arjana, Raksana, Himsa, Ksaya dan Sangga. Arjana artinya memperoleh penghasilan atau rezeki dengan baik dan benar. Orang akan puas hidupnya apabila ia memiliki penghasilan yang memadai untuk menyelenggarakan kehidupannya secara wajar. Akan lebih puas lagi kalau rezeki yang didapatkannya itu melalui pekerjaan yang benar dan sah tidak melanggar norma-norma hidup. Misalnya, norma agama, kesusilaan, kesopanan maupun norma hukum. Kepuasan tersebut akan bertambah lagi apabila penghasilan yang didapatkannya itu hasil dari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Alangkah senangnya seorang seniman mendapatkan penghasilan yang memadai dari hasil karya seninya. Orang yang senang berdagang terus mendapatkan hasil yang lumayan dari usaha dagangannya. Seorang dokter menjadi dokter karena memang ia berbakat jadi dokter. Kalau dari pekerjaannya sebagai dokter ia memperoleh hasil yang memadai maka hal itu akan memberi kepuasan yang mendalam.

Orang yang mendapatkan hasil dari pekerjaan yang ia senangi, berarti mereka itu telah berhasil memadukan Guna (minat dan bakat) dengan Karma (pekerjaan). Ini artinya mereka itu sudah bisa memperoleh rezeki sesuai dengan varna-nya. Penghasilan yang didapat dari bekerja sesuai dengan minat dan bakat sungguh sangat memuaskan hati. Tetapi itu baru kepuasan lahiriah namanya.

Raksana artinya orang akan puas dalam hidupnya apabila ia dapat menjaga dan menggunakan rezekinya itu secara benar dan tepat. Tidak ada uang yang digunakannya dengan sia-sia. Orang akan sangat puas dalam hidupnya apabila rezekinya itu aman. Semua rezekinya itu digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dalam hidup ini. Tidak ada uang rezekinya itu yang dibelanjakan tanpa tujuan yang benar dan tepat sasaran. Apalagi penggunaan rezeki itu bisa dihemat untuk tabungan menghadapi masa depan. Hal ini akan lebih memuaskan lagi hati mereka yang memiliki rezeki tersebut. Raksana berarti mereka dapat membawa diri sehingga mereka dapat menikmati rasa aman dalam mengarungi kehidupan ini.

Himsa maksudnya orang akan puas apabila ia mampu memperoleh makanan sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Mengapa mendapatkan makanan itu disebut himsa. Ini untuk mengingatkan agar muncul kesadaran dalam memperoleh makanan agar berusaha sesedikit mungkin melalui himsa. Misalnya dengan hidup vegetarian. Karena pada kenyataannya bahan makanan manusia itu diperoleh dari tumbuhan dan hewan. Di samping itu himsa juga berarti mencari makanan dengan berusaha semaksimal mungkin tidak dengan menyakiti hati siapa pun. Hal itulah akan memberi kepuasan hati yang luar biasa.

Ksaya artinya melenyapkan. Maksudnya orang akan puas dalam hidupnya kalau ia dapat menghilangkan setiap kesukaran yang muncul dalam kehidupannya. Misalnya kalau sedang sakit ia bisa mengatasi dengan baik sehingga bisa sembuh kembali. Setelah sembuh pasti ia menikmati rasa puas. Punya utang, setelah berusaha ia dapat lunasi dengan baik dan tepat waktu. Setiap menghadapi kesukaran atau ada permasalahan hidup dapat diatasi dengan sebaik-baiknya. Karena dalam hidup ini tidak ada manusia yang bebas sama sekali tanpa menghadapi kesukaran dalam hidupnya. Hidup ini adalah rangkaian persoalan. Kalau satu demi satu persoalan dapat kita atasi dengan baik maka hal itu akan dapat memberi kepuasan hidup.

Sangga artinya persahabatan atau persatuan. Orang akan puas dalam hidupnya apabila ia mendapatkan kasih sayang dari lingkungannya. Apakah itu dari keluarga, tetangga maupun kasih sayang dari lingkungan sosial yang lebih luas. Artinya dalam hubungannya dengan kehidupan sosial tidak memiliki hubungan permusuhan dengan siapa pun. Orang akan merasa puas dalam hidupnya kalau mendapatkan curahan kasih sayang dari lingkungan keluarga dan lingkunan sosial lainnya. Kelima kepuasan itulah yang harus dicapai dalam hidup ini. Namun, kepuasan itu barulah kepuasan jasmaniah atau tahap kepuasan yang disebut Wahya Tusti dalam kitab Wrehaspati Tattwa. Diingatkan dalam Wreshaspati Tattwa bahwa kepuasan tersebut kalau salah caranya memahami, dapat mengikat Atma berputar-putar dalam penjelmaan. Capailah kepuasan itu dengan tidak sampai mengikat diri kita pada ketakutan kehilangan kepuasan tersebut. Karena kepuasan itu sifatnya sementara. Kepuasan tersebut tidak kekal. Ia akan musnah ketika kita tinggalkan dunia sekala ini menuju dunia niskala.
Source : Balipost

About Me My Self

Hanya seseorang yang belajar untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadikannya sesuatu yang akan berguna untuk suatu hari nanti.

04. April 2005 by Me My Self
Categories: Religi | 2 comments

Comments (2)

  1. Mana neh uraian tentang kepuasan atman nya????
    kok g dibahas???
    yang puas sapa dong?atman / diri?????
    atau diri kita yang merasakan???

    tolong bantu dengan uraian atmannya ….
    saya bingung neh…

  2. teu ngarti aing…

Leave a Reply

Required fields are marked *